Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terpantau mengalami pelemahan terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Senin pagi, 20 April 2026. Meski mengalami penurunan nilai, posisi mata uang Negeri Paman Sam tersebut masih tertahan pada kisaran level Rp 17.100-an.
Pelemahan sebesar 0,15 persen tercatat pada awal perdagangan hari ini yang membawa dolar AS bergerak ke posisi Rp 17.163 per dolar AS. Pergerakan nilai tukar ini dilaporkan berdasarkan data dari Bloomberg sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Kondisi ini menandakan adanya penguatan rupiah setelah pada penutupan perdagangan Jumat, 17 April 2026, nilai tukar sempat merosot. Pada akhir pekan lalu, posisi mata uang garuda diketahui sempat menembus level Rp 17.188 per dolar AS.
Selain terhadap rupiah, performa dolar AS juga menunjukkan tren bervariasi saat berhadapan dengan sejumlah mata uang asing lainnya. Terhadap mata uang euro (EUR), nilai dolar AS tercatat mengalami penyusutan tipis sebesar 0,06 persen.
Tren penurunan juga berlanjut pada pasangan mata uang lainnya di pasar global pagi ini. Dolar AS terpantau melemah terhadap poundsterling (GBP) sebesar 0,10 persen serta mengalami depresiasi terhadap dolar Australia (AUD) sebesar 0,29 persen.
Namun, dolar AS masih menunjukkan taringnya dengan menguat terhadap yen Jepang (JPY) sebesar 0,12 persen. Selain itu, kenaikan nilai juga terjadi terhadap dolar Kanada (CAD) sebesar 0,04 persen dan terhadap franc Swiss (CHF) sebesar 0,09 persen.