Dokter Asal Amerika Serikat Terinfeksi Virus Ebola Dievakuasi ke Jerman

Dokter Asal Amerika Serikat Terinfeksi Virus Ebola Dievakuasi ke Jerman
Foto: Ilustrasi Dokter Asal Amerika Serikat Terinfeksi Virus Ebola Dievakuasi ke Jerman.

Seorang dokter misionaris asal Amerika Serikat yang terinfeksi Bundibugyo ebolavirus dievakuasi dari Republik Demokratik Kongo menuju Jerman pada hari Selasa waktu setempat. Pemindahan medis dengan pengamanan ketat ini dilakukan karena pasien berada dalam kondisi yang sangat lemah, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Dokter bernama Peter Stafford tersebut bertugas untuk kelompok Kristen Serge di Provinsi Ituri, yang merupakan pusat penyebaran wabah. Sebelum dinyatakan positif, ia sempat mengoperasi seorang pasien berumur 33 tahun di Rumah Sakit Nyankunde yang diduga menderita infeksi kantung empedu.

Kondisi kesehatan Stafford saat proses keberangkatan dilaporkan sangat memprihatinkan oleh pihak lembaga. Ia tidak dapat berdiri tanpa bantuan dan harus ditopang oleh petugas yang mengenakan alat pelindung diri lengkap.

"Dia terlihat sangat lelah dan sakit parah," ujar Scott Myhre, Direktur Area Afrika Timur dan Tengah untuk Serge, kepada NBC News.

Guna mencegah penularan kepada kru pesawat selama penerbangan menuju Jerman, Stafford ditempatkan di dalam tempat tidur plastik khusus berbentuk tabung. Paparan virus diduga terjadi karena pasien yang dioperasinya ternyata meninggal dunia keesokan hari dan diduga kuat wafat akibat Ebola sebelum sempat menjalani tes medis.

Pihak organisasi menambahkan bahwa prosedur standar bedah seperti penggunaan gaun steril, sarung tangan, dan kacamata pelindung terkadang tetap memiliki risiko penularan dalam situasi wabah. Saat ini, istri Stafford yang bernama Rebekah beserta keempat anak mereka telah dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Charite Berlin untuk menjalani pemantauan ketat.

Pemantauan juga dilakukan terhadap dokter lain bernama Patrick LaRochelle yang terpapar melalui pasien kedua, dan kini ia dirawat di Rumah Sakit Bulovka di Praha, Republik Ceko. Hingga kini, baik Rebekah maupun LaRochelle dilaporkan belum menunjukkan gejala klinis penularan virus tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi telah menetapkan status wabah ini sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC). Virus Bundibugyo sendiri teridentifikasi memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan virus Ebola Zaire.

Data mengenai dampak dan penyebaran wabah ebola ini dapat dilihat dalam rincian berikut:

Data Dampak Wabah Virus Ebola
Indikator KesehatanJumlah / Status
Tingkat Kematian (Data WHO)30 hingga 50 persen
Total Kasus SuspekMencapai 600 kasus
Total Kematian Suspek139 jiwa
Status WabahDarurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC)

Artikel terkait

Rekomendasi