Umat Islam dapat memanjatkan rangkaian doa tolak bala sebagai upaya memohon perlindungan dari segala bentuk bencana dan malapetaka dalam kehidupan sehari-hari pada Kamis, 16 April 2026. Amalan ini dianjurkan untuk dibaca secara rutin sebagai bagian dari zikir pagi dan petang sesuai dengan ajaran agama.
Pelaksanaan zikir pagi dan petang didasari oleh perintah langsung dalam Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Ahzab ayat 41-42. Ayat tersebut menginstruksikan orang-orang beriman untuk mengingat Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya serta bertasbih pada waktu pagi dan petang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Landasan ibadah ini juga diperkuat oleh hadis riwayat Abu Dawud yang mencatat kegemaran Rasulullah SAW duduk bersama kaum yang berzikir. Dalam hadis tersebut, berzikir dari salat Subuh hingga terbit matahari dan dari salat Asar hingga terbenam matahari dinilai lebih utama daripada memerdekakan empat budak.
Terdapat beberapa variasi doa yang dapat diamalkan, salah satunya adalah permohonan perlindungan dengan menyebut nama Allah agar tidak ada sesuatu pun di bumi maupun langit yang dapat mendatangkan mudarat. Bacaan ini bersumber dari hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi yang menekankan sifat Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Opsi doa lainnya menyertakan permohonan perlindungan dari cobaan yang berat, kecelakaan, ketentuan takdir yang buruk, hingga kejahatan musuh. Hal ini termaktub dalam hadis riwayat Bukhari, Muslim, dan Nasa'i yang sering dibaca umat untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Selain itu, terdapat bacaan doa yang menyertakan keutamaan Surah Al-Fatihah untuk melepaskan diri dari kesulitan dan duka cita. Doa tersebut ditujukan kepada Allah sebagai zat yang Maha Pengampun, Pengasih, serta penolak segala bentuk bala bagi hamba-Nya.
Mohammad Hanif dalam buku berjudul Luka Batin: Cara Nabi Mengobati Trauma menjelaskan bahwa kumpulan doa tersebut merupakan bagian dari upaya spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Setiap bacaan memiliki tujuan spesifik untuk menghindarkan umat dari kondisi yang menyusahkan atau membahayakan.