Luky Alfirman dicopot dari jabatannya sebagai pejabat eselon satu Kementerian Keuangan setelah sistem penganggaran Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) bobol dan meloloskan pengadaan 21.801 motor listrik untuk program MBG 2025. Sebagaimana dilansir dari Suara, pencopotan ini mencuat ke publik pada Senin (11/5/2026) menyusul adanya celah keamanan perangkat lunak pada sistem kementerian.
Kegagalan manajemen sistem tersebut menyebabkan anggaran kendaraan niremisi yang seharusnya telah ditolak justru tetap keluar dari sistem. Luky dinilai ceroboh dalam mengawasi operasional perangkat lunak yang berujung pada lolosnya dana besar untuk pengadaan motor listrik tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya memberikan tanggapan singkat saat dikonfirmasi mengenai alasan di balik pencopotan posisi strategis tersebut di lingkungan kementeriannya.
"Mungkin (karena hal itu). Anda tebak sendiri," kata Purbaya, Senin (11/5/2026).
Menteri Keuangan menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada kegagalan teknis sistem yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Anggaran. Dalam konferensi pers APBN KiTa pada Kamis (7/5/2026), Purbaya menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah memberikan instruksi penolakan terhadap pengadaan tersebut sebelum sistem akhirnya kebobolan.
"Itu software dari Ditjen Anggaran, sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin. Ya kan kebobolan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, jadi sudah saya tolak," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (7/5/2026).
Di balik skandal sistem anggaran tersebut, profil kekayaan Luky Alfirman turut menjadi sorotan publik melalui data LHKPN 2025. Mantan birokrat dengan total kekayaan mencapai Rp52,2 miliar ini justru tercatat tidak memiliki satu pun kendaraan listrik di garasi pribadinya.
Aset transportasi milik Luky secara keseluruhan bernilai Rp640 juta, atau hanya sekitar 1,2 persen dari total hartanya. Koleksi kendaraannya didominasi oleh mobil bermesin bensin konvensional keluaran lama yang kontras dengan program elektrifikasi yang diperjuangkan pemerintah.
Berdasarkan catatan pelaporan harta, koleksi pribadinya mencakup Honda Jazz tahun 2012, Honda Accord tahun 2013, dan Honda City tahun 2014. Satu-satunya unit kendaraan paling baru yang ia miliki adalah Toyota Avanza keluaran tahun 2023 yang juga masih mengandalkan mesin pembakaran internal.