Dinkes DKI Jakarta Fasilitasi Layanan Cuci Darah Lansia Korban Kebakaran Tambora

Dinkes DKI Jakarta Fasilitasi Layanan Cuci Darah Lansia Korban Kebakaran Tambora
Foto: Ilustrasi Dinkes DKI Jakarta Fasilitasi Layanan Cuci Darah Lansia Korban Kebakaran Tambora.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta bergerak cepat memfasilitasi layanan kesehatan hemodialisis atau cuci darah darurat bagi seorang lansia berusia 65 tahun yang menjadi korban kebakaran di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (29/5).

Peristiwa kebakaran yang dipicu oleh korsleting listrik tersebut menghanguskan 27 rumah di delapan RT dan berdampak pada sekitar 200 warga, seperti dilansir dari Media Indonesia. Korban lansia yang mengidap komplikasi gagal ginjal dan jantung sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat syok, ditambah dengan musnahnya dokumen medis serta obat-obatan rutin miliknya.

Anak kandung korban, Sofi (33), mengungkapkan bahwa ibunya membutuhkan tindakan medis tersebut secara rutin sebanyak dua kali dalam seminggu di tengah keterbatasan fasilitas posko pengungsian Musala Al-Hikmah.

"Rumah mama saya habis terbakar. Ibu saya sudah enam bulan cuci darah karena komplikasi gagal ginjal dan jantung," ujar Sofi saat ditemui di posko pengungsian Musala Al-Hikmah, Tambora, Jumat (29/5).

Kekhawatiran keluarga mengenai kelanjutan pengobatan kini mulai teratasi setelah adanya kepastian penanganan dari pihak pemerintah setempat. Jadwal pengobatan medis yang terjadwal pada hari Sabtu dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana.

"Untungnya sudah difasilitasi ambulans dari posko untuk menjemput ibu saya besok guna menjalani cuci darah di Rumah Sakit Sumber Waras," tambah Sofi.

Pihak puskesmas setempat mengonfirmasi bahwa penanganan bagi kelompok rentan di lokasi pengungsian dilakukan melalui mekanisme pemantauan langsung secara proaktif. Koordinasi antarinstansi juga dipastikan tetap berjalan lancar untuk menjamin proses rujukan ke rumah sakit tujuan meskipun dokumen fisik pasien hilang.

"Pengecekan tanda-tanda vital untuk memastikan kondisi pasien stabil," kata dr. Sendy, Petugas Puskesmas Kecamatan Tambora.

"Mobilisasi menggunakan ambulans Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Daerah (PK3D)," tutur dr. Sendy.

"Koordinasi rujukan ke rumah sakit tujuan (RS Sumber Waras)," jelas dr. Sendy.

Meskipun penanganan medis darurat telah berjalan, warga di posko pengungsian yang padat saat ini masih memerlukan bantuan logistik yang mendesak, terutama bagi balita dan kelompok lansia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial dan Puskesmas setempat saat ini masih melakukan validasi data warga terdampak.

Daftar Kebutuhan Mendesak di Posko Pengungsian Tambora
KategoriKebutuhan Mendesak
KesehatanObat-obatan rutin, layanan ambulans, pendampingan psikologis.
Balita & AnakSuku formula, popok sekali pakai, pakaian layak pakai.
AdministrasiPendataan ulang dokumen kependudukan (KTP/KK) yang terbakar.

Artikel terkait

Rekomendasi