Aparat Dinas Rahasia AS Tembak Mati Pelaku Penembakan Gedung Putih

Aparat Dinas Rahasia AS Tembak Mati Pelaku Penembakan Gedung Putih
Foto: Ilustrasi Aparat Dinas Rahasia AS Tembak Mati Pelaku Penembakan Gedung Putih.

Seorang pelaku penembakan tewas dalam baku tembak dengan petugas Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) di dekat Gedung Putih, Washington DC, pada Sabtu (23/5) waktu setempat. Insiden tersebut juga mengakibatkan seorang warga sipil menderita luka kritis.

Peristiwa pencegatan ini dilaporkan melumpuhkan pelaku yang mendekati pos pemeriksaan di luar kompleks Gedung Putih sekitar pukul 18.00 waktu setempat, tepatnya di area 17th Street dan Pennsylvania Avenue. Dilansir dari Media Indonesia, pelaku kemudian mengembuskan napas terakhir di rumah sakit terdekat.

Suara letusan senjata yang terdengar berulang kali langsung memicu pengetatan keamanan di sekitar kediaman Presiden Donald Trump tersebut. Area pers Gedung Putih bahkan sempat ditutup total atau lockdown selama kurang lebih 40 menit demi keselamatan para jurnalis.

Pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada anggota Dinas Rahasia yang mengalami cedera dalam baku tembak ini. Penjelasan mengenai jatuhnya korban dari masyarakat umum disampaikan oleh perwakilan keamanan pemerintah setempat.

"Selama penembakan, seorang warga juga terkena peluru. Masih belum jelas apakah warga tersebut terkena tembakan awal atau saat baku tembak berikutnya," kata juru bicara Dinas Rahasia.

Seorang pejabat penegak hukum mengonfirmasi bahwa korban sipil tersebut saat ini berada dalam kondisi kritis di rumah sakit. Setelah situasi dinyatakan terkendali, pengamanan ketat tetap terlihat di sekitar lokasi kejadian.

Kepanikan di area North Lawn juga sempat terekam oleh awak media yang sedang bertugas di lokasi kejadian. Momen mencekam tersebut dibagikan melalui platform media sosial saat perintah perlindungan dikeluarkan oleh petugas keamanan.

"Saya sedang merekam video di North Lawn Gedung Putih dengan iPhone untuk media sosial ketika kami mendengar tembakan. Kedengarannya seperti puluhan tembakan. Kami diminta berlari ke ruang pers di mana kami sekarang berlindung," tulis Selina Wang, Koresponden utama Gedung Putih dari ABC News.

Sekitar 24 jurnalis, termasuk produser dan fotografer, tertahan di ruang pers sebelum akhirnya status lockdown dicabut pada pukul 18.45 waktu setempat. Beberapa pejabat tinggi pemerintahan Trump diketahui telah meninggalkan kawasan Gedung Putih sesaat sebelum insiden terjadi.

Artikel terkait

Rekomendasi