Seorang personel Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) terkena tembakan saat bertugas mengamankan acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih di Hotel Hilton, Washington DC, pada Sabtu malam (25/4/2026). Dilansir dari Kompas, pelaku penembakan berhasil diringkus setelah mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan di lokasi tersebut.
Presiden Donald Trump beserta istrinya, Melania Trump, dan sejumlah pejabat tinggi negara yang hadir dalam agenda tersebut dilaporkan selamat. Tim pengamanan segera melakukan evakuasi terhadap para petinggi negara sesaat setelah insiden terjadi untuk memastikan situasi terkendali.
Direktur Badan Rahasia AS, Sean Curran, memberikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan oleh tim di lapangan dalam melumpuhkan ancaman. Pihak otoritas mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan tepat saat tersangka berusaha menembus perimeter pengamanan.
"Kami harus melihat apa yang mereka lakukan, dan individu tersebut, saat ia menerobos pos pemeriksaan berhasil ditangkap," kata Curran.
Penangkapan ini dinilai sebagai bukti efektivitas sistem proteksi yang diterapkan oleh lembaga tersebut dalam menjaga objek vital negara. Curran menegaskan bahwa protokol keamanan yang mereka miliki telah dijalankan sesuai prosedur.
"Itu menunjukkan perlindungan berlapis-lapis kami telah bekerja dengan baik," tambahnya.
Mengenai kondisi agen yang terluka, tembakan dilaporkan mengenai perlengkapan pelindung yang digunakannya saat bertugas. Meskipun terluka, agen tersebut telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat, sementara operasi pengamanan tetap dilanjutkan sepenuhnya.
"Saya minta semua orang berdoa untuknya, dan semua petugas serta agen kami yang terlibat," katanya.
Curran juga memberikan jaminan bahwa insiden ini tidak akan menyurutkan langkah lembaganya dalam menjalankan tugas pengamanan kepresidenan. Prioritas utama tetap diberikan pada integritas operasional tim di lapangan.
"Saya katakan kepada Anda, kami akan melanjutkan misi ini," ujar Curran.
Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, menyatakan bahwa berdasarkan investigasi awal, pelaku penembakan tersebut menjalankan aksinya tanpa bantuan pihak lain. Belum ditemukan indikasi adanya konspirasi atau jaringan yang terlibat dalam serangan ini.
"Tak ada alasan untuk mempercayai bahwa ada orang lain yang terlibat saat ini," katanya.
Pernyataan senada disampaikan oleh Kepala Polisi Sementara Washington DC, Jeffrey Carroll, yang mengonfirmasi status pelaku. Otoritas kepolisian terus melakukan pendalaman terkait motif di balik tindakan nekat individu tersebut.
"Pada titik ini, diketahui bahwa pelaku beraksi sendirian, penembak sendirian," tuturnya.