PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp400 miliar untuk tahun buku 2026 guna mendukung pengembangan produk baru. Rencana pemanfaatan investasi ini disampaikan oleh manajemen perseroan di Jakarta pada Jumat (17/4/2026) seperti dilansir dari Investortrust.
Jumlah anggaran modal tersebut nilainya hampir serupa dengan realisasi investasi pada tahun sebelumnya yang berkisar antara Rp300-400 miliar. Pendanaan ekspansi ini mengandalkan kombinasi antara kekuatan arus kas internal perusahaan dan ketersediaan fasilitas perbankan.
ÔÇ£Angka capex tersebut bersifat dinamis, bisa disesuaikan dengan kebutuhan, apabila di perjalanan waktu perseroan memutuskan mengakuisisi perusahaan baru sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis,ÔÇØ tulis manajemen pada Jumat (17/4/2026).
Pengalokasian maintenance capex tersebut diklaim telah mempertimbangkan keseimbangan antara strategi jangka panjang serta pembagian hak pemegang saham. Hal ini berjalan beriringan dengan kebijakan perseroan yang mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp329,4 miliar dari perolehan laba bersih tahun lalu.
ÔÇ£Dalam hal ini, perseroan memiliki komitmen untuk menjaga fleksibilitas keuangan dengan mengoptimalkan struktur modal yang sehat saat ini,ÔÇØ tegas Irianto.
Langkah pembagian dividen bernilai ratusan miliar tersebut mencerminkan keyakinan dari jajaran manajemen terhadap prospek usaha ke depan. Pertumbuhan bisnis emiten komponen otomotif ini dinilai tetap kokoh di tengah dinamika pasar.
Pada tahun lalu, DRMA mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 7 persen secara tahunan hingga mencapai Rp5,93 triliun. Capaian penjualan tersebut berhasil melampaui performa industri otomotif domestik yang secara umum sedang mengalami kelesuan.
Melalui hasil penjualan itu, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp667 miliar. Nilai laba bersih tersebut tercatat menjadi Rp617 miliar setelah dilakukan penyesuaian terhadap negative goodwill.