Dewan Komisaris Pertamina Tinjau IT Manggis, Pastikan Pasokan Energi Bali Aman 2026

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau IT Manggis, Pastikan Pasokan Energi Bali Aman 2026
Foto: Dewan Komisaris Pertamina Tinjau IT Manggis, Pastikan Pasokan Energi Bali Aman 2026. (Illustration by Pexels)

PT Pertamina (Persero) terus berupaya memperkuat ketahanan energi nasional dengan menjaga keandalan fasilitas operasi dan kelancaran distribusi bahan bakar di seluruh pelosok negeri. Salah satu bentuk pengawasan nyata dilakukan melalui kegiatan Management Walkthrough oleh jajaran Dewan Komisaris Pertamina.

Kunjungan kerja kali ini difokuskan pada Integrated Terminal (IT) Manggis yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Agenda ini bertujuan meninjau secara langsung kesiapan operasional serta memastikan stabilitas pasokan energi bagi masyarakat Bali dan wilayah di sekitarnya tetap terjaga dengan optimal.

IT Manggis sebagai Hub Vital Distribusi Energi

Integrated Terminal Manggis memegang peranan yang sangat strategis dalam rantai distribusi energi nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Selain berstatus sebagai terminal terbesar di Pulau Bali, fasilitas ini juga menjadi hub utama yang menyokong distribusi energi ke berbagai terminal di kawasan Nusa Tenggara.

Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 17 hektare ini memiliki tanggung jawab besar dalam menyalurkan beragam jenis bahan bakar minyak (BBM). Beberapa produk yang dikelola antara lain adalah Pertalite, Pertamax, BioSolar, Marine Fuel Oil (MFO), hingga Marine Diesel Fuel (MDF).

Cakupan distribusi dari Integrated Terminal Manggis meliputi berbagai sektor strategis:
  • Penyaluran BBM ke 148 SPBU dan 54 unit Pertashop di berbagai titik.
  • Dukungan energi untuk 2 Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) serta 2 SPBU Nelayan (SPBUN).
  • Pasokan bahan bakar untuk unit SPBU Kompak dan berbagai kebutuhan sektor industri.
  • Distribusi LPG ke 16 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PSO dan 4 SPPBE Non-PSO.
  • Pelayanan kebutuhan gas untuk pelanggan industri di wilayah tersebut.

Dengan cakupan yang sangat luas ini, IT Manggis menjadi tulang punggung bagi ketersediaan energi, baik untuk kebutuhan transportasi masyarakat maupun produktivitas industri. Keberadaannya memastikan roda perekonomian di Bali dan Nusa Tenggara terus berputar tanpa kendala pasokan.

Komitmen pada Keselamatan dan Keandalan Operasi

Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Pertamina, Mochamad Iriawan, memberikan penekanan khusus pada pentingnya peran IT Manggis. Ia menyatakan bahwa terminal ini adalah kunci ketahanan energi sehingga aspek keandalan fasilitas tidak boleh dikesampingkan.

Iriawan menegaskan bahwa aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) merupakan lisensi utama dalam menjalankan operasional perusahaan. Menurutnya, tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, maupun upaya perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Ia juga meminta agar kesadaran terhadap aspek keamanan, mitigasi risiko, dan respons keadaan darurat terus ditingkatkan oleh seluruh elemen. Semua pihak diwajibkan untuk menjamin operasional yang aman, responsif terhadap tantangan, dan tetap mengedepankan prinsip berkelanjutan.

Rencana Pengembangan Fasilitas dan Mitigasi Risiko

Dalam kunjungannya, Mochamad Iriawan juga menyoroti langkah penguatan fasilitas melalui rencana pembangunan jetty 1. Kehadiran infrastruktur baru ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi efisiensi operasional di terminal tersebut.

Pembangunan jetty tersebut diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas operasional serta keandalan dalam proses bongkar muat di dermaga. Dengan begitu, distribusi energi dapat dipercepat dan risiko terjadinya antrean atau keterlambatan kapal pengangkut bisa diminimalisir secara efektif.

Manfaat utama dari pengembangan fasilitas dan penguatan operasional ini adalah:
  • Meningkatkan ketahanan suplai energi di wilayah terdampak distribusi.
  • Mengoptimalkan efisiensi operasional terminal secara menyeluruh.
  • Memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor maritim.
  • Meningkatkan kemampuan penanganan kondisi darurat melalui uji coba fasilitas secara berkala.

Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk menjadikan IT Manggis sebagai fasilitas kelas dunia. Selain mengandalkan teknologi, kedisiplinan operasional dan budaya keselamatan kerja menjadi landasan utama dalam mencapai target tersebut.

Apresiasi terhadap Kinerja dan Dedikasi Pekerja

Mochamad Iriawan turut menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh perwira Pertamina yang bertugas di IT Manggis. Ia memuji dedikasi mereka dalam menjaga kelancaran operasional meskipun harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Ia berharap budaya keselamatan dan rasa memiliki terhadap perusahaan terus dipupuk oleh seluruh staf. Dengan sinergi yang kuat, IT Manggis diharapkan mampu bertransformasi menjadi terminal yang lebih modern, aman, dan memenuhi standar internasional.

Kegiatan Management Walkthrough ini juga dihadiri oleh jajaran komisaris lainnya, seperti Condro Kirono dan Raden Adjeng Sondaryani. Hadir pula Nanik S. Deyang, Heru Pambudi, serta Laode Sulaiman yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Laode Sulaiman memberikan penilaian positif terhadap kesiapan Pertamina dalam mengelola stok dan distribusi energi yang dinilai sangat andal. Ia juga memberikan perhatian khusus pada kemampuan tim dalam mengatasi kendala eksternal selama operasional berlangsung.

Menurut Laode, salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi dalam operasional di terminal ini adalah faktor cuaca yang tidak menentu. Namun, ia melihat para pekerja di IT Manggis berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan sangat baik melalui berbagai langkah antisipatif.

Berikut adalah profil singkat mengenai layanan dan produk yang dikelola Pertamina:
Kategori Deskripsi Singkat
Pertamina BUMN yang bertanggung jawab mengelola sektor minyak dan gas bumi di Indonesia.
Produk BBM Materi sumber energi yang diolah untuk kebutuhan transportasi, rumah tangga, dan industri.
Produk LPG Gas minyak bumi yang dicairkan (Liquified Petroleum Gas) untuk kebutuhan memasak dan industri.

Data di atas menunjukkan betapa luasnya tanggung jawab Pertamina dalam menyediakan akses energi bagi seluruh lapisan masyarakat. Keandalan fasilitas seperti IT Manggis menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung aktivitas harian dan ketahanan ekonomi nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi