Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian di kawasan pegunungan Desa Sumowono, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Komoditas sayuran segar menjadi produk unggulan yang menggerakkan distribusi pangan hingga ke luar daerah.
Seperti dilansir dari Investortrust, keberadaan infrastruktur niaga menjadi motor utama penggerak aktivitas masyarakat setempat.
"Potensi ekonomi yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah keberadaan pasar," ujar Budiyono.
Desa ini mengandalkan tiga pasar yang beroperasi bergantian sepanjang hari, meliputi pasar kabupaten, pasar desa, dan pasar pagi. Pemerintah desa kini telah merapikan tata letak pasar desa dari Blok A hingga Blok F untuk kenyamanan para petani dan pedagang.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Bodronoyo mengambil peran sentral dalam mengelola ekosistem usaha ini. Lembaga tersebut mengurusi pengelolaan pasar, lembaga keuangan mikro, alun-alun, penanganan sampah, hingga aplikasi belanja daring.
Inovasi digital diwujudkan melalui layanan pengantaran ONNO (Delivery Online Sumowono). Platform ini memproses sekitar 50 sampai 60 pesanan komoditas harian per hari sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi pemuda desa sebagai kurir.
Area alun-alun desa juga bertransformasi menjadi pusat kuliner yang menampung sekitar 20 hingga 22 pelaku UMKM. Guna mendukung penataan tersebut, bantuan sarana prasarana diberikan dalam bentuk pembangunan pujasera.
Sisi permodalan dan adaptasi teknologi finansial diperkuat lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pinjaman umum, serta penyediaan fasilitas QRIS dan EDC. Sinergi ini berhasil membawa Desa Sumowono menembus jajaran 15 besar Desa BRILiaN 2025 di tingkat nasional.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa.
Hingga penghujung tahun 2025, program pemberdayaan ini tercatat telah menjangkau 5.200 desa di seluruh wilayah Indonesia.
"Di Sumowono, program ini bukan sekadar label, melainkan cerita tentang desa yang tumbuh dari kebun sayur, pasar rakyat, dan semangat gotong royong, menuju masa depan yang lebih berdaya dan berkelanjutan. Semoga Desa Sumowono semakin maju dan program pemberdayaan yang dijalankan dapat mendorong UMKM lokal terus berkembang sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.