Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron meyakini Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi dampak dari perang yang berlarut-larut antara Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel. Penegasan tersebut disampaikan dalam diskusi yang digelar di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.
ÔÇ£Meski kami yakin bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga telah melakukan langkah strategis untuk bisa menjawab tantangan dari berbagai aspek, baik itu politik, ekonomi, pertahanan, keamanan, sosial, terkait dengan dampak yang ditimbulkan dalam 3 bulan terakhir ini akibat perang,ÔÇØ kata Herman Khaeron, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Pihak Partai Demokrat juga menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Peningkatan tersebut diproyeksikan akan terlihat secara signifikan pada tahun depan.
ÔÇ£Kalau kemarin mengikuti apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, kita bisa menangkap bahwa secara psikologis, kita ada optimisme bahwa 2027 ini akan ada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,ÔÇØ kata Herman Khaeron, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Berdasarkan data pemerintah, target pendapatan negara dirancang berada di kisaran 11,82 persen hingga 12,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, belanja negara diperkirakan mencapai kisaran 13,62 persen hingga 14,8 persen dari PDB, sementara defisit anggaran diperkirakan tetap aman pada batas 1,8 persen hingga 2,4 persen dari PDB.
ÔÇ£Ini yang menurut saya penting juga, pembicara nanti sampaikan apakah angka asumsi yang ini ditetapkan oleh pemerintah, ini juga akan tercapai atau tidak dengan situasi dan kondisi ekonomi saat ini, dengan situasi ekonomi global yang belum ada kepastian, belum dinamika,ÔÇØ tegas Herman Khaeron, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Pemerintah sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada pada angka 5,8 persen hingga 6,5 persen. Angka pertumbuhan 6,5 persen ini disebut pernah dicapai pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
ÔÇ£Kalau pertumbuhan 6,5 persen itu kondisinya seperti era pemerintah Presiden SBY. Rata-rata 6,5 persen itu rakyatnya sejahtera, pendapatannya cukup, sekolahnya lancar, kemudian pertahanan keamanan stabil,ÔÇØ ungkap Herman Khaeron, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Kondisi sosial dan ekonomi domestik saat ini juga disorot, termasuk maraknya kasus kriminalitas seperti aksi begal yang beredar di linimasa media sosial TikTok. Peningkatan kejahatan ini dinilai berkaitan dengan indikator kondisi ekonomi yang sedang kurang baik.
ÔÇ£Ciri-ciri negara yang sedang dalam situasi ekonominya kurang baik, salah satunya tingkat kejahatannya juga meningkat. Apakah itu terkorelasi dengan situasi ekonomi hari ini? Tentu bukan kewenangan saya sebagai bagian dari acara ini,ÔÇØ tutur Herman Khaeron, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Selain target pertumbuhan, pemerintah menetapkan asumsi inflasi pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen untuk tahun 2027. Nilai tukar rupiah diproyeksikan pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dollar AS, sedangkan harga minyak dunia dipatok pada angka 70 dollar AS hingga 90 dollar AS per barrel.
ÔÇ£Jadi, memang pemerintah mencoba untuk mendekatkan bahwa nilai tukar rupiah didekatkan pada situasi dan kondisi saat ini,ÔÇØ kata Herman Khaeron, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Penyesuaian indikator ekonomi tersebut disesuaikan dengan perkembangan dinamika global saat ini. Partai Demokrat menegaskan posisi politiknya untuk tetap mengawal penuh seluruh kebijakan yang diambil oleh kepala negara.
ÔÇ£Bagaimanapun, Demokrat mendukung sepenuhnya pemerintahan Presiden Bapak Prabowo Subianto,ÔÇØ pungkas Herman Khaeron, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.