Pemerintah Delhi Rilis Draf Insentif Kendaraan Listrik Hingga 2030

Pemerintah Delhi Rilis Draf Insentif Kendaraan Listrik Hingga 2030
Foto: Ilustrasi Pemerintah Delhi Rilis Draf Insentif Kendaraan Listrik Hingga 2030.

Pemerintah Delhi, India, resmi menerbitkan draf awal Kebijakan Kendaraan Listrik (EV) 2026-2030 pada Kamis (16/4/2026) yang memuat berbagai skema insentif untuk mempercepat adopsi transportasi ramah lingkungan. Langkah strategis ini mencakup subsidi langsung untuk motor listrik serta pembebasan pajak bagi mobil listrik dan kendaraan hybrid selama periode implementasi tersebut.

Dilansir dari Detik Oto, draf kebijakan ini menetapkan masa uji publik selama 30 hari ke depan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat sebelum disahkan. Sektor kendaraan roda dua menjadi fokus utama dengan pemberian subsidi maksimal sebesar 30 ribu rupee atau sekitar Rp 6 juta pada tahun pertama penggunaan.

Besaran subsidi untuk motor listrik tersebut dijadwalkan akan mengalami penurunan secara bertahap pada tahun kedua dan ketiga. Pemerintah Delhi juga memberikan tambahan bonus sebesar 10 ribu rupee atau setara Rp 2 juta bagi warga yang melakukan tukar tambah motor berbahan bakar bensin lama ke unit listrik.

Pemerintah setempat juga mulai memperketat aturan dengan menghentikan registrasi motor bermesin bensin secara bertahap. Untuk kategori mobil listrik, tidak ada subsidi tunai yang diberikan, namun konsumen akan mendapatkan pembebasan pajak jalan dan biaya registrasi untuk unit di bawah harga Rp 550 juta.

Keuntungan tambahan sebesar Rp 18 juta akan diberikan kepada 100 ribu pembeli pertama yang menukar mobil konvensional mereka dengan EV. Kebijakan ini diharapkan membuat harga mobil listrik menjadi lebih bersaing dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil di pasar otomotif Delhi.

Sejumlah model kendaraan seperti Tata Nexon EV, Hyundai Creta EV, hingga Kia Carens Clavis EV diprediksi akan mendapatkan dampak positif dari program ini. Selain itu, kendaraan hybrid tetap mendapat ruang transisi melalui pemotongan 50 persen untuk pajak jalan dan biaya registrasi, yang menguntungkan model seperti Toyota Innova HyCross.

Kondisi kebijakan di Delhi berbanding terbalik dengan situasi di Indonesia yang dilaporkan telah menyudahi program subsidi mobil listrik dan hybrid sejak akhir 2025. Program bantuan untuk pembelian motor listrik di Indonesia juga tercatat telah berakhir sejak dua tahun yang lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi