Pemerintah Delhi Resmikan Subsidi Kendaraan Listrik Selama Lima Tahun

Pemerintah Delhi Resmikan Subsidi Kendaraan Listrik Selama Lima Tahun
Foto: Ilustrasi Pemerintah Delhi Resmikan Subsidi Kendaraan Listrik Selama Lima Tahun.

Pemerintah Delhi, India, resmi menerbitkan naskah awal kebijakan EV Policy 2026-2030 yang memberikan berbagai insentif untuk pembelian kendaraan listrik dan hybrid selama lima tahun ke depan pada Selasa (14/4/2026). Kebijakan ini mencakup subsidi langsung, pembebasan pajak jalan, hingga bonus penukaran kendaraan lama yang bertujuan mempercepat transisi energi di sektor transportasi.

Dilansir dari Detik Oto yang menyitir laporan The Economic Times dan NDTV, draf kebijakan ini mulai memasuki masa uji publik selama 30 hari sebelum diterapkan sepenuhnya. Fokus utama program ini menyasar pada sektor roda dua, roda empat listrik, serta kendaraan bermesin hybrid.

Pembelian unit motor listrik baru akan mendapatkan subsidi maksimal sebesar 30 ribu rupee atau setara Rp 6 juta pada tahun pertama implementasi. Berdasarkan laporan tersebut, besaran subsidi akan dihitung mengikuti kapasitas baterai kendaraan dan nilainya direncanakan mengalami penurunan secara bertahap pada tahun kedua dan ketiga.

Selain subsidi pembelian, pemerintah setempat juga menyiapkan program tukar tambah bagi pemilik motor bensin dengan standar emisi BS4 atau yang lebih tua. Pengguna yang menukarkan kendaraan lama mereka akan menerima tambahan bonus sebesar 10 ribu rupee atau sekitar Rp 2 juta, seiring dengan rencana penghentian registrasi motor bensin secara bertahap.

Untuk kategori mobil listrik, insentif diberikan dalam bentuk pembebasan pajak jalan dan biaya registrasi bagi unit dengan harga di bawah 30 lakh rupee atau kisaran Rp 550 juta. Skema ini dirancang agar harga akhir di tingkat konsumen menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Terdapat pula insentif tambahan senilai 1 lakh rupee atau Rp 18 juta bagi 100 ribu pembeli pertama yang melakukan penggantian dari mobil konvensional ke kendaraan listrik. Sejumlah model seperti Tata Nexon EV, Hyundai Creta EV, dan Kia Carens Clavis EV diprediksi akan menjadi penerima manfaat utama dari kebijakan tersebut.

Sektor kendaraan hybrid juga mendapatkan perhatian khusus melalui pemberian diskon sebesar 50 persen untuk pajak jalan dan biaya pendaftaran. Meski tidak mendapatkan insentif penukaran (scrappage), model seperti Toyota Innova HyCross dan Urban Cruiser HyRyder diproyeksikan akan mengalami peningkatan permintaan akibat relaksasi pajak ini.

Artikel terkait

Rekomendasi