Danantara Sebut Harga Saham Perbankan di BEI Undervalued

Danantara Sebut Harga Saham Perbankan di BEI Undervalued
Foto: Ilustrasi Danantara Sebut Harga Saham Perbankan di BEI Undervalued.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai harga saham sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia saat ini masih berada di bawah harga wajar atau undervalued, Selasa (19/5/2026). Penilaian tersebut didasarkan pada nilai Price to Book Value emiten perbankan yang mayoritas masih di bawah 1 kali.

Pernyataan ini disampaikan saat jajaran pejabat Danantara mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta dengan didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Kunjungan tersebut disambut oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi beserta jajaran direksi BEI, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Rosan menjelaskan bahwa dalam kondisi pasar yang normal, valuasi saham perbankan idealnya berada di kisaran 2 hingga 3 kali PBV. Rendahnya valuasi saat ini dipandang sebagai peluang bagi investor karena adanya potensi kenaikan harga di masa depan.

ÔÇ£Apalagi kalau kita lihat perbankan, dari Price to Book-nya itu below 1, di bawah 1, di mana kalau keadaan normal itu above 2, above 3. Jadi definitely thereÔÇÖs a potential upside,ÔÇØ ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

Meskipun pasar saham sedang mengalami volatilitas, fundamental emiten di Indonesia ditegaskan tetap solid dengan potensi imbal hasil yang menarik. Fluktuasi harga dinilai sebagai hal wajar dalam dinamika bursa.

ÔÇ£Jadi, kami dari Danantara melihat ini memang di bursa pasti ada up and down. Tapi kalau kita lihat dari fundamental perusahaan, ini baik, mempunyai yield yang tinggi, pricing saat ini sangat baik,ÔÇØ tambah Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

Optimisme Danantara juga didorong oleh pertumbuhan signifikan jumlah investor ritel yang kini mencapai 26-27 juta orang, naik dari posisi tahun sebelumnya di angka 20 juta investor. Penambahan sekitar 6 juta investor ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap prospek pasar modal nasional.

Di sisi lain, data perdagangan sesi I pada Selasa (19/5) menunjukkan Indeks Harga Saham Gambungan ditutup melemah signifikan sebesar 202,97 poin atau 3,08% ke level 6.396,27. Sebanyak 611 saham tercatat menurun, sementara nilai transaksi mencapai Rp15,13 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi