Danantara Investment Management (DIM) mencatat nilai investasi yang dikelola mencapai sekitar US$ 12 miliar hingga Mei 2026, berdasarkan laporan yang dilansir dari Investor Daily pada Selasa (26/5/2026).
Jumlah kelolaan dana institusi baru tersebut mengalami penurunan dibandingkan posisi awal tahun yang sempat menyentuh angka US$ 14 miliar.
"Dari sisi total investasi yang kami sudah sebut secara publik di awal tahun itu kurang lebih US$ 14 miliar, mungkin sekarang US$ 12 miliar," ujar Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir dalam acara Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Faktor pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diakui menjadi salah satu penyebab menyusutnya nilai investasi tersebut. Kendati demikian, ekspansi portofolio tetap diupayakan melalui penjajakan peluang investasi baru di pasar domestik maupun internasional.
Struktur kelembagaan internal dan pembagian peran saat ini juga sedang diperkuat oleh Danantara demi memperkokoh fondasi organisasi yang mengemban mandat besar ini.
Proses perampingan struktur badan usaha milik negara turut menjadi agenda berjalan, di mana jumlah entitas BUMN yang mencapai seribu lebih akan dipangkas menjadi di bawah 300 perusahaan pada tahun ini.
"Jadi banyak sekali efisiensi dan juga nantinya tentu growth yang bisa kita lakukan bersama dengan private sector," sebut Pandu Patria Sjahrir.
Langkah efisiensi operasional tersebut ditargetkan dapat memperluas kolaborasi dengan sektor swasta demi membuka ruang pertumbuhan ekonomi.
Fokus utama institusi dipastikan tetap tertuju pada pencapaian imbal hasil investasi yang optimal tanpa mengabaikan aspek nonfinansial. Peningkatan produktivitas ekonomi nasional akan didorong lewat pengembangan sektor strategis dan penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi jangka panjang.