Badan Pengelola Investasi Danantara resmi masuk sebagai pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sejak Januari 2026 guna mengintervensi kebijakan perusahaan terkait kesejahteraan mitra pengemudi ojek online. Langkah strategis ini dilakukan saat harga saham emiten teknologi tersebut berada di level Rp50 per lembar saham.
Keputusan investasi tersebut bertujuan untuk mengubah arah kebijakan korporasi dari strategi bakar uang menjadi alokasi jaminan sosial bagi para mitra. Dilansir dari Suara, Danantara kini memiliki hak suara dalam internal perusahaan untuk mendorong program perlindungan seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kehadiran institusinya sebagai pemegang saham bertujuan agar lahir kebijakan-kebijakan yang lebih memihak kepada para pengemudi. Selain jaminan kesehatan, pihaknya juga mendorong pelipatgandaan Bantuan Hari Raya bagi mitra tahun ini.
"Kita sudah masuk sebetulnya. Sudah mulai masuk sejak Januari," ujar Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi Danantara.
Penegasan mengenai waktu dimulainya investasi tersebut menunjukkan bahwa akumulasi saham dilakukan secara bertahap sejak awal tahun 2026. Danantara menilai harga saham saat ini berada pada posisi yang sangat murah bagi investor jangka panjang.
Secara finansial, GOTO menunjukkan pemulihan fundamental yang signifikan dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I 2026. Pencapaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang masih mengalami kerugian sebesar Rp367 miliar.
Pendapatan bersih perusahaan tumbuh 26 persen menjadi Rp5,3 triliun dengan kenaikan Gross Transaction Value (GTV) inti mencapai 65 persen. Selain itu, GOTO mencatatkan arus kas bebas positif sebesar Rp1,3 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2026.
Unit bisnis teknologi finansial melalui GoPay juga memberikan kontribusi besar dengan pertumbuhan EBITDA yang disesuaikan sebesar 674 persen secara tahunan. GOTO pun mendapatkan imbalan jasa dari Tokopedia senilai Rp288 miliar tanpa harus menanggung beban operasional e-commerce yang besar.
Meskipun porsi kepemilikan saham saat ini masih di bawah 1 persen, manajemen GOTO telah mengonfirmasi kehadiran Danantara melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan menyambut positif masuknya lembaga negara tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek ekonomi digital nasional.