Danantara Beli Saham GOTO demi Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi Ojek Online

Danantara Beli Saham GOTO demi Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi Ojek Online
Foto: Ilustrasi Danantara Beli Saham GOTO demi Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi Ojek Online.

Lembaga pengelola investasi Danantara resmi membeli saham PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) guna memperbaiki ekosistem transportasi daring dan menjamin kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol). Kepastian investasi tersebut dikonfirmasi di Istana, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026) malam.

Keputusan korporasi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial dan peningkatan pendapatan bagi para mitra pengemudi. Berdasarkan laporan Nasional, langkah ini merupakan bagian dari arahan Presiden dalam mengoptimalkan peran aplikator terhadap kesejahteraan pekerja sektor informal.

"Sudah mulai masuk," ujar Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara.

Rosan menegaskan bahwa kehadiran Danantara sebagai pemegang saham GOTO difokuskan pada penyediaan fasilitas kesehatan dan ketenagakerjaan bagi pengemudi yang selama ini belum terpenuhi. Pihaknya akan mendorong integrasi program jaminan sosial bagi para mitra.

"Ya makanya, bisa ada lahir lah kebijakan-kebijakan yang menyejahterakan ojol," imbuh Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara.

Peningkatan kesejahteraan tersebut mencakup penyediaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi pengemudi ojol. Selain itu, Danantara disebut berperan dalam realisasi penggandaan Tunjangan Hari Raya (THR) saat periode Bantuan Hari Raya (BHR) sebelumnya.

Perbaikan kesejahteraan pengemudi ini dinilai memungkinkan seiring dengan kondisi finansial perusahaan yang membaik. Unit bisnis Tokopedia dilaporkan telah mencatatkan keuntungan pada kuartal ini, yang memberikan ruang bagi kebijakan pro-pengemudi.

Keterlibatan pemerintah melalui Danantara juga membawa perubahan pada struktur biaya aplikasi. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa pembelian sebagian saham ini terkait erat dengan upaya menekan beban potongan yang ditanggung pengemudi.

Melalui intervensi ini, pemerintah menargetkan penurunan biaya potongan aplikasi yang sebelumnya mencapai kisaran 10 hingga 20 persen menjadi hanya 8 persen. Langkah ini diharapkan dapat secara langsung meningkatkan pendapatan bersih harian para pengemudi ojek daring di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi