Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dilaporkan telah mengambil alih sebagian saham aplikator transportasi daring Gojek guna memperkuat peran pemerintah dalam penentuan kebijakan sektor transportasi online, Senin (4/5/2026).
Langkah strategis ini memungkinkan pemerintah terlibat langsung dalam mengatur aspek krusial layanan, termasuk struktur biaya potongan pelanggan yang saat ini mencapai 20 persen, sebagaimana dilansir dari Money.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan konfirmasi mengenai keterlibatan pemerintah dalam struktur kepemilikan perusahaan aplikasi tersebut pada peringatan Hari Buruh Sedunia, Jumat (1/5/2026).
"Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham," ujar Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.
Politisi tersebut menjelaskan lebih lanjut bahwa langkah akuisisi ini baru dilakukan terhadap sebagian saham milik Gojek, sementara penjajakan serupa sedang diupayakan terhadap kompetitor utamanya.
"Sementara masih Gojek, Danantara-nya sedang dalam proses pembicaraan dengan Grab," ujar Dasco.
CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menunjukkan sikap hati-hati saat dimintai konfirmasi oleh awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait laporan pembelian saham tersebut.
"Udah dong," kata Rosan meminta sesi doorstep disudahi sembari tersenyum dan berjalan menuju lif.
Meski belum bersedia membeberkan rincian nilai transaksi dan porsi kepemilikan saat ini, mantan duta besar tersebut menjanjikan penjelasan yang lebih komprehensif pada waktu mendatang.
"Nanti ya kalau itu," ujar Rosan kembali tersenyum.