Dana Kelolaan Reksa Dana Capai Rp699 Triliun per Maret 2026

Dana Kelolaan Reksa Dana Capai Rp699 Triliun per Maret 2026
Foto: Ilustrasi Dana Kelolaan Reksa Dana Capai Rp699 Triliun per Maret 2026.

Total dana kelolaan atau asset under management reksa dana di Indonesia mencapai Rp699,65 triliun hingga Maret 2026. Nilai aktiva bersih tersebut dinilai stabil oleh otoritas bursa karena hanya menunjukkan penurunan sebesar 2,5 persen dibandingkan realisasi Februari 2026 yang tercatat sebesar Rp717,55 triliun.

Penyusutan nilai aktiva bersih reksa dana ini lebih rendah daripada penurunan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang merosot 15,99 persen. Kapitalisasi pasar saham terkoreksi dari Rp14.787 triliun pada akhir Februari 2026 menjadi Rp12.422 triliun pada akhir Maret 2026, seperti dilansir dari Investortrust.

Kondisi yang stabil pada total nilai aktiva bersih ini memperlihatkan penguatan peran reksa dana sebagai instrumen pilihan publik untuk berinvestasi. Penilaian tersebut disampaikan oleh pihak internal otoritas bursa dalam sebuah acara edukasi media di Jakarta pada 20 April 2026.

"Reksa dana menawarkan diversifikasi portofolio dan pengelolaan profesional dengan akses yang relatif terjangkau, sehingga cocok bagi investor pemula," kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Sihar Manullang.

Daya tahan nilai kelolaan tersebut berjalan beriringan dengan ekspansi jumlah pemodal di pasar domestik. Data per 15 April 2026 menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal di Indonesia telah menembus angka lebih dari 25,3 juta investor.

Kendati jumlah investor tumbuh signifikan, otoritas bursa mencatat adanya kesenjangan pada sektor pemahaman investasi. Tingkat literasi pasar modal baru menyentuh angka 17,78 persen, sementara tingkat inklusinya masih tertahan di kisaran 1,34 persen.

"Artinya semakin banyak masyarakat yang tahu, tetapi belum cukup banyak yang memulai investasi. Di sinilah pentingnya edukasi berkelanjutan, khususnya dalam mendorong masyarakat untuk memulai investasi dari instrumen yang sederhana, salah satunya adalah reksadana," ujar Kristian Sihar Manullang.

Artikel terkait

Rekomendasi