Daihatsu Raih Penjualan 46.953 Unit di Tengah Pemulihan Pasar Otomotif

Daihatsu Raih Penjualan 46.953 Unit di Tengah Pemulihan Pasar Otomotif
Foto: Ilustrasi Daihatsu Raih Penjualan 46.953 Unit di Tengah Pemulihan Pasar Otomotif.

Pasar otomotif nasional mencatatkan pemulihan volume transaksi penjualan retail mobil yang mencapai sekitar 287 ribu unit hingga April 2026. Berdasarkan data yang dilansir dari Investortrust, performa ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 7% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tertahan pada angka 268 ribu unit.

Di tengah tren positif industri tersebut, Astra Daihatsu Motor (ADM) sukses mengokohkan posisinya di peringkat kedua merek mobil terlaris di Indonesia. ADM berhasil mengamankan pangsa pasar domestik sebesar 16,3% melalui pembukuan total penjualan retail yang menyentuh angka 46.953 unit.

Pihak manajemen menyatakan bahwa torehan performa komersial pada awal tahun ini menjadi indikator positif bagi arah perkembangan bisnis perusahaan ke depan.

"Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," ujar Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM, Sri Agung Handayani dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Struktur penjualan perusahaan masih didominasi secara kuat oleh kategori kendaraan dengan harga terjangkau. ADM mendominasi market share sebesar 32% untuk segmen mobil di bawah Rp300 juta, serta menguasai 38% pangsa pasar pada kategori kendaraan bermesin ICE (Internal Combustion Engine) dalam rentang nilai harga yang sama.

Pada ceruk pasar LCGC, model Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla tampil sebagai pendorong utama dengan penguasaan pasar gabungan sebesar 36,8%. Sementara itu, produk Daihatsu Terios memimpin di segmen medium SUV berharga hingga Rp300 juta lewat raihan pangsa pasar 30,4%.

Sektor kendaraan niaga ringan juga mencatatkan dominasi mutlak melalui Daihatsu Gran Max Series yang merebut 63,3% pangsa pasar di kelas entry commercial untuk kebutuhan pelaku UMKM. Dari sisi geografis, wilayah di luar Jabodetabek menyumbang 81% dari total penjualan ADM, disusul kontribusi wilayah rural dan remote area yang mencapai 46%.

Artikel terkait

Rekomendasi