Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja memperbarui daftar emiten yang memiliki konsentrasi kepemilikan saham sangat tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Dalam pengumuman terbaru ini, terdapat tiga nama emiten baru yang masuk ke dalam radar pengawasan otoritas bursa.
Ketiga perusahaan tersebut adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), dan PT Mahkota Group Tbk (MGRO). Masuknya saham-saham ini ke dalam daftar HSC menjadi peringatan penting bagi para pelaku pasar di tanah air.
Pihak manajemen BEI menjelaskan bahwa status HSC tidak berarti perusahaan tersebut telah melakukan pelanggaran hukum di sektor pasar modal. Informasi ini dirilis melalui keterbukaan informasi pada Selasa, 2 Juni 2026, sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Detail Kepemilikan Saham Mayoritas
Berdasarkan data yang dihimpun, ketiga emiten baru tersebut memiliki struktur kepemilikan yang sangat didominasi oleh segelintir pihak saja. Hal ini mencakup seluruh jenis saham, baik dalam bentuk warkat maupun non-warkat.
Berikut adalah rincian persentase kepemilikan terkonsentrasi pada ketiga emiten tersebut:
- WBSA (PT BSA Logistics Indonesia Tbk): Sejumlah pemegang saham tertentu menguasai hingga 95,82 persen dari total saham perusahaan.
- TCPI (PT Transcoal Pacific Tbk): Kepemilikan terkonsentrasi pada kelompok pemegang saham tertentu mencapai 94,10 persen.
- MGRO (PT Mahkota Group Tbk): Agregat kepemilikan oleh pihak tertentu tercatat sebesar 93,76 persen dari seluruh saham beredar.
Data ini menunjukkan bahwa porsi saham yang tersedia untuk publik secara bebas tergolong sangat kecil bagi ketiga emiten tersebut. Kondisi ini biasanya memicu perhatian khusus dari otoritas bursa terkait likuiditas transaksi di pasar sekunder.
Daftar Emiten HSC Sebelumnya
Sebelum penambahan terbaru ini, beberapa perusahaan besar lainnya sudah lebih dulu masuk dalam kategori High Shareholding Concentration. Di antaranya adalah perusahaan milik konglomerat ternama yang memiliki pengaruh besar terhadap indeks harga saham.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Prajogo Pangestu mencatatkan konsentrasi sebesar 97,31 persen. Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Sinar Mas Grup memiliki konsentrasi sebesar 95,76 persen.
Daftar lengkap emiten lainnya yang masuk dalam kategori HSC berdasarkan data per April 2026:
| Kode Saham | Nama Emiten | Persentase Konsentrasi |
|---|---|---|
| RLCO | PT Abadi Lestari Indonesia Tbk | 95,35% |
| ROCK | PT Rockfields Properti Indonesia Tbk | 99,85% |
| MGLV | PT Panca Anugrah Wisesa Tbk | 95,94% |
| IFSH | PT Ifishdeco Tbk | 99,77% |
| SOTS | PT Satria Mega Kencana Tbk | 98,35% |
| AGII | PT Samator Indo Gas Tbk | 97,75% |
| LUCY | PT Lima Dua Lima Tiga Tbk | 95,47% |
Data di atas merupakan hasil integrasi informasi dari BEI dan KSEI yang memantau pergerakan serta kepemilikan aset di pasar modal. Investor diharapkan tetap waspada dan melakukan analisis mendalam saat bertransaksi pada saham-saham dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi.