Sejumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembagian dividen tunai dan pembelian kembali atau buyback saham. Langkah strategis ini muncul di tengah kondisi pasar saham domestik yang sedang mengalami gejolak signifikan pada periode 27 hingga 30 April 2026.
Dikutip dari Money, data Mirae Asset Sekuritas Indonesia menunjukkan beberapa emiten menawarkan dividen dengan tingkat imbal hasil atau yield yang cukup kompetitif. Investor ritel yang mengincar pendapatan pasif perlu memperhatikan tanggal pencatatan terakhir atau cum date yang jatuh pada awal Mei 2026.
Penetapan nilai dividen ini mengacu pada harga penutupan perdagangan saham per 30 April 2026. Berikut adalah daftar perusahaan yang menjadwalkan cum date pada 4 Mei mendatang:
- PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) membagikan dividen Rp 30 per saham dengan yield 6,9 persen.
- PT Trisula International Tbk (TRIS) memberikan dividen Rp 7,74 per saham dengan yield 4,2 persen.
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menetapkan dividen Rp 50 per saham dengan yield 3,2 persen.
- PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) membagikan Rp 9,5 per saham dengan yield 2,7 persen.
- PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menetapkan dividen Rp 13,5 per saham dengan yield 1,2 persen.
- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) memberikan dividen Rp 4,03 per saham dengan yield 0,3 persen.
Jadwal Dividen Cum Date 7 dan 8 Mei 2026
Selain daftar di atas, beberapa emiten lain juga telah menetapkan jadwal pembagian keuntungan kepada pemegang saham untuk tanggal 7 dan 8 Mei 2026 dengan rincian sebagai berikut:
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatat yield tertinggi sebesar 9,8 persen dengan dividen Rp 85,54 per saham.
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menawarkan dividen Rp 140 per saham dengan yield 5,6 persen.
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) membagikan Rp 83,99 per saham dengan yield 6,1 persen.
- PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) menetapkan dividen Rp 3,8 per saham dengan yield 4,1 persen.
- PT Sekar Laut Tbk (SKLT) memberikan dividen Rp 8 per saham dengan yield 3,6 persen.
- PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) membagikan Rp 4,9 per saham dengan yield 3,4 persen.
- PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menetapkan dividen Rp 25 per saham dengan yield 1,4 persen.
Rencana Buyback Saham Emiten
Di luar pembagian dividen, fenomena buyback saham juga menjadi sorotan dengan nilai anggaran yang bervariasi. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan nilai buyback terbesar mencapai Rp 1,16 triliun, meski jadwal resminya masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) juga mengalokasikan dana besar hingga Rp 100 miliar untuk periode 4 Juni 2026 sampai 4 Juni 2027. Sementara itu, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menyiapkan dana maksimal Rp 50 miliar untuk aksi serupa.
Emiten lain seperti PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) berencana melakukan buyback pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026 dengan anggaran Rp 7 miliar. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) juga menjadwalkan aksi ini mulai 10 Juni 2026 dengan dana sekitar Rp 40 juta.
Kondisi Penutupan IHSG April 2026
Aksi korporasi ini berlangsung saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat. Pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026, indeks merosot 144,421 poin atau 2,03 persen ke posisi 6.956,804.
Sepanjang hari perdagangan tersebut, IHSG sempat berada di level tertinggi 7.109,004 sebelum jatuh ke titik terendah di 6.876,576. Aktivitas pasar tercatat sangat likuid dengan nilai transaksi mencapai Rp 21,87 triliun dari frekuensi perdagangan sebanyak 2,66 juta kali.
Kondisi pasar didominasi oleh aksi jual, di mana sebanyak 576 saham mengalami pelemahan harga. Sebaliknya, hanya terdapat 133 saham yang berhasil menguat dan 105 saham lainnya bergerak stagnan hingga akhir sesi perdagangan.