Tiga pabrikan otomotif besar yakni Honda, Yamaha, dan TVS tetap mempertahankan lini kendaraan roda dua jenis bebek untuk pasar Indonesia pada Rabu, 15 April 2026. Data terbaru menunjukkan variasi harga yang sangat lebar mulai dari belasan juta hingga menyentuh angka Rp82,8 juta.
Dilansir dari Detik Oto, pilihan model terbanyak saat ini ditawarkan oleh Honda yang merajai segmen ini dengan berbagai varian. Sebaliknya, segmen harga paling ekonomis di pasar domestik justru dikuasai oleh pabrikan asal India, TVS, melalui model Neo XR.
| Merek dan Model | Harga (Rupiah) |
|---|---|
| TVS Neo XR | 14,9 Juta |
| TVS XL100 | 15,2 Juta |
| Honda Revo Fit | 18,085 Juta |
| Yamaha Vega Force | 19,9 Juta |
| Honda Revo X | 20,015 Juta |
| Honda Supra X 125 Spoke FI | 21,5 Juta |
| Yamaha Jupiter Z1 | 22,28 Juta |
| Honda Supra X 125 CW FI | 22,525 Juta |
| Honda Supra GTR 150 Sporty | 27,39 Juta |
| Honda Supra GTR 150 Exclusive | 27,64 Juta |
| Yamaha MX King 150 | 28,725 Juta |
| Honda Super Cub C125 | 80,241 Juta |
| Honda CT125 | 82,839 Juta |
Meskipun pilihan model masih beragam, volume penjualan motor bebek di Indonesia tercatat terus mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dominasi pasar kini bergeser secara masif ke segmen kendaraan transmisi otomatis atau matic.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat total penjualan motor nasional pada tahun 2025 mencapai 6,4 juta unit atau tumbuh 1,3 persen. Namun, motor matic mendominasi total penjualan sebesar 91,7 persen, jauh melampaui motor bebek yang hanya berkontribusi sebesar 4,46 persen.
Segmen motor sport berada di posisi ketiga dengan angka 3,51 persen dari total pasar domestik. Sementara itu, adopsi motor listrik di Indonesia juga mulai terdata memberikan kontribusi penjualan meski saat ini persentasenya masih berada di bawah angka 1 persen.