Cuaca Buruk Kerek Harga Cabai dan Bawang di Jakarta

Cuaca Buruk Kerek Harga Cabai dan Bawang di Jakarta
Foto: Ilustrasi Cuaca Buruk Kerek Harga Cabai dan Bawang di Jakarta.

Lonjakan harga melanda komoditas cabai dan bawang di wilayah DKI Jakarta pada pekan kedua Mei 2026 akibat penurunan pasokan dari wilayah produsen. Seperti dilansir dari Megapolitan, ketetapan harga tertinggi baru tercatat pada komoditas cabai rawit merah yang menembus angka Rp 80.000 per kilogram.

Kenaikan harga pangan strategis ini dipicu oleh faktor alam dan dinamika pasar menjelang hari besar keagamaan. Berdasarkan data pemantauan, nilai jual cabai rawit merah melonjak sebesar 12,12 persen atau naik Rp 8.689, dari harga semula Rp 71.664 menjadi Rp 80.354 per kilogram.

Komoditas hortikultura lainnya juga mengalami pergerakan harga yang signifikan secara bersamaan. Cabai merah keriting naik 5,61 persen menjadi Rp 55.043 per kilogram, sementara bawang merah meningkat 3,96 persen menjadi Rp 54.697 per kilogram. Lonjakan juga terjadi pada cabai merah TW yang menjadi Rp 62.375 per kilogram dan cabai rawit hijau menjadi Rp 59.939 per kilogram.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa kendala cuaca di wilayah hulu menjadi penyebab utama dari tidak stabilnya harga pasar saat ini.

"Kenaikan harga komoditas hortikultura tersebut disebabkan kondisi curah hujan yang masih tinggi di daerah produsen," kata Hasudungan A. Sidabalok, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).

Intensitas hujan yang tinggi tersebut berdampak langsung pada penurunan produktivitas lahan pertanian, penurunan kualitas hasil panen, serta meningkatnya kerentanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit tumbuhan.

"Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan pemantauan rutin untuk komoditas pangan strategis. Komoditas hortikultura yang masuk ke dalam jenis pangan strategis adalah cabai dan bawang," kata Hasudungan.

Selain masalah gangguan iklim pada sektor produksi, grafik kenaikan harga komoditas pangan ini juga didorong oleh faktor eksternal dari sisi konsumen.

"Menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha terjadi peningkatan permintaan pasar sehingga menyebabkan kenaikan harga komoditas cabai dan bawang," kata Hasudungan.

Artikel terkait

Rekomendasi