Mimpi Singapura di Surabaya Barat: Transformasi Hijau CitraLand

Mimpi Singapura di Surabaya Barat: Transformasi Hijau CitraLand
Foto: Ilustrasi Mimpi Singapura di Surabaya Barat: Transformasi Hijau CitraLand.

Pekan lalu, saya diajak melihat-lihat CitraLand Surabaya, proyek hunian kebanggaan Ciputra di Indonesia. Ketika melintas di jalan utama kota baru itu, Harun Hajadi, Managing Director Grup Ciputra menyampaikan kesan mendalam mengenai infrastruktur yang ada.

"Lihatlah jalan di sini, lebar-lebar, seperti highway di Australia," ujar Harun Hajadi, Managing Director Grup Ciputra.

Memang, infrastruktur jalan di CitraLand Surabaya dibangun dengan terencana. Harun, salah satu menantu Pak Ciputra, terlibat sejak awal pembebasan lahan dan pembangunan proyek hunian yang memiliki izin lokasi seluas 2.000 hektar ini. Wajar kalau ia bangga; hunian yang dibangun sejak tahun 1993 ini membawa visi besar untuk mengubah wajah Surabaya Barat.

Visi Singapura di Jantung Kota Pahlawan

CitraLand Surabaya mengusung tagline ÔÇ£The Singapore of Surabaya - Living a Clean, Green, and Modern CityÔÇØ. Kawasan ini ingin menjadi oase yang bersih, hijau, dan modern layaknya Negeri Singa. Klaster-klasternya pun diberi nama yang identik dengan Singapura, mulai dari Sommerset, Raffles, hingga Fullerton. Strategi pemasaran ini terbukti jitu dalam menarik minat para calon pembeli.

"Pada tahun 2003-2004, mereka mencetak rekor penjualan di Grup Ciputra dengan meraih pendapatan Rp 850 miliar," ujar Andy Soegiardjo, General Manager CitraLand Surabaya.

Melihat sukses luar biasa tersebut, pengembangan terus dilakukan dengan mengadopsi model Singapura hingga ke detail penunjuk jalan. Bukan sekadar estetika, kampanye tanam pohon dan gerakan kebersihan dilakukan secara serius. Inilah kunci sukses CitraLand dalam memikat hati masyarakat: implementasi nyata dari janji sebuah hunian berkualitas tinggi.

Edukasi Penghuni dan Gaya Hidup Baru

Proses transformasi ini dilakukan bertahap. Penghuni diedukasi untuk mencintai kebersihan hingga tahap ÔÇ£cleanÔÇØ tercapai. Setelah itu, fokus beralih ke tahap ÔÇ£greenÔÇØ melalui perlombaan taman antarwarga. Kini, CitraLand telah memasuki tahap ÔÇ£modernÔÇØ di mana akses internet broadband dan zona wifi gratis menjadi fasilitas standar di ruang publik.

Hingga tahun 2010, sebanyak 850 hektar dari total lahan telah dikembangkan dengan populasi mencapai 24.000 jiwa. Mayoritas penghuni adalah kalangan pebisnis dan profesional usia produktif yang mencari kenyamanan infrastruktur. Salah satu penghuni, Vonny, merasakan betul bagaimana ekosistem ini mengubah rutinitasnya sehari-hari.

"Dari mulai berolahraga, bekerja, makan dan tinggal," ujar Vonny, Penghuni CitraLand.

Gaya hidup baru kelas menengah atas pun terbentuk secara alami di sini. Jalanan yang lebar memicu budaya bersepeda dan jogging setiap pagi dan sore hari. Keunggulan operasional kawasan ini juga didukung oleh sistem manajemen kota yang mumpuni.

"Memang ada pengembang lain yang memiliki manajemen kota, namun yang bersertifikat ber-ISO 9001-2000 hanya Citraland Surabaya," ujar Andy Soegiardjo, General Manager CitraLand Surabaya.

Fasilitas Lengkap dan Masa Depan Surabaya Barat

Fasilitas di kota mandiri ini tergolong komplit, mulai dari pasar tradisional hingga lapangan golf 27 hole yang diklaim terlengkap di Jawa Timur. Pusat kuliner GWalk sepanjang 1,5 km juga menjadi magnet bagi pengunjung dari luar kawasan. Tak ketinggalan sektor pendidikan yang diramaikan oleh berbagai sekolah internasional dan Universitas Ciputra yang fokus mencetak wirausaha kelas dunia.

Pertumbuhan Surabaya Barat memang tak terbendung sejak 1993, dengan kehadiran berbagai pengembang besar seperti Intiland, Sinarmas, hingga Pakuwon. Namun, CitraLand memiliki peran strategis dalam infrastruktur daerah. Jalan utamanya yang selebar 30 meter diproyeksikan menjadi West Ring Road Surabaya Barat untuk memecah kemacetan jalur tengah kota menuju Gresik.

Pesatnya perkembangan wilayah ini berdampak langsung pada nilai properti. Pada awal pembangunan di tahun 1993, harga tanah hanya berkisar Rp 400.000 per meter persegi. Kini, di klaster elit seperti Bukit Golf, harganya telah menembus angka Rp 5 juta per meter persegi. CitraLand sendiri memposisikan diri sebagai hunian inklusif yang menjangkau berbagai lapisan pasar dengan rentang harga rumah mulai dari Rp 700 juta hingga di atas Rp 5 miliar.

Kekuatan Brand dan Komitmen Investasi

Keberhasilan Grup Ciputra di berbagai kota tidak lepas dari kekuatan brand yang mereka bangun sejak tahun 1961. Nama Ciputra identik dengan hunian hijau dan berkualitas. Memasuki usia ke-30 pada tahun 2011, grup ini menargetkan kehadiran di 30 kota di Indonesia, memperkokoh dominasi mereka di sektor properti, pendidikan, dan kesehatan.

Jawa Timur tetap menjadi prioritas utama investasi bagi Grup Ciputra karena iklim bisnis yang kondusif. CitraLand Surabaya berdiri sebagai monumen keberhasilan visi tersebut di wilayah timur Jawa.

"Grup Ciputra akan tetap membangun proyek properti yang bersih, hijau, dan modern di Jawa Timur, dan pada gilirannya menciptakan lapangan kerja dari proyek-proyek properti, dan memberi kontribusi pajak ke pemerintah daerah," ujar Harun Hajadi, Managing Director Grup Ciputra.

Artikel terkait

Rekomendasi