Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,8 Triliun pada 2025

Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,8 Triliun pada 2025
Foto: Ilustrasi Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,8 Triliun pada 2025.

Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10 persen menjadi Rp2,8 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian positif ini disampaikan oleh CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, dalam paparan kinerja yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (30/4/2026).

Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 7 persen serta pengelolaan beban operasional yang efisien. Berdasarkan laporan kinerja yang dilansir dari Suara, perusahaan mampu mempertahankan rasio keuangan yang sehat di tengah kondisi pasar yang dinamis.

"Pada 2025, Citi Indonesia membukukan kinerja yang baik dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,8 triliun. Pencapaian ini didorong oleh strategi yang terfokus pada ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung, yaitu banking, markets, dan services," terang Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia.

Pencapaian ini turut didukung oleh rasio Return on Equity (ROE) sebesar 14,4 persen dan Return on Assets (ROA) mencapai 3,8 persen. Ketahanan likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan Liquidity Coverage (LCR) sebesar 264 persen dan Net Stable Funding (NSFR) di level 168 persen.

"Kinerja yang baik ini mencerminkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta komitmen jangka panjang kami dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia, sejalan dengan prioritas pemerintah dan regulator perbankan," imbuh Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia.

Pada lini operasional, unit Treasury and Trade Solutions (TTS) mengalami kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, program Pembiayaan Rantai Pasokan mencatatkan tren positif dengan penambahan jumlah pemasok lokal yang meningkat sebanyak 16 persen.

Transformasi digital juga diperkuat melalui migrasi nasabah ke platform CitiDirect V3 dan pengadaan Citi Data Centre Day pertama di Asia Selatan. Di sektor pasar modal, perusahaan terus menjalin kolaborasi bersama regulator untuk mendukung stabilitas finansial dan infrastruktur data nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi