China Tangguhkan Impor Daging Sapi dari Tiga Pabrik Brasil

China Tangguhkan Impor Daging Sapi dari Tiga Pabrik Brasil
Foto: Ilustrasi China Tangguhkan Impor Daging Sapi dari Tiga Pabrik Brasil.

Pemerintah China menangguhkan impor daging sapi dari tiga pabrik pengolahan di Brasil setelah mendeteksi kandungan hormon sintetis pada hewan ternak. Keputusan penyerapan komoditas tersebut resmi dihentikan karena penggunaan obat hewan itu dilarang di negara Asia tersebut pada Kamis (21/5/2026).

Kebijakan pengetatan perdagangan ini menyasar fasilitas produksi yang dioperasikan oleh JBS selaku perusahaan pengolah daging terbesar di dunia. Selain itu, fasilitas milik Prima Foods dan Frialto juga masuk dalam daftar pembekuan izin impor tersebut, seperti dilansir dari Internasional.

Langkah tegas dari otoritas kepabeanan Beijing tersebut bertepatan dengan agenda kunjungan pejabat Kementerian Pertanian Brasil ke China pekan ini. Utusan dari Amerika Selatan itu dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral guna membahas hubungan dagang kedua negara.

Sebelum restriksi ini diberlakukan, Brasil tengah melobi China agar bersedia meloloskan izin ekspor bagi 33 pabrik pengolahan daging baru. Upaya tersebut dilakukan demi mendongkrak volume penjualan komoditas ke pasar pelanggan terbesar mereka.

Di sisi lain, pemulihan operasional perdagangan sempat terjadi bagi beberapa produsen lokal sebelum penangguhan terbaru ini diumumkan. Kelompok industri Abiec menyatakan bahwa China telah mengizinkan tiga pabrik untuk kembali melanjutkan pengiriman daging sapi setelah sebelumnya terkena suspensi pada 2025 pada Rabu.

Hingga saat ini, manajemen JBS, Prima Foods, maupun Frialto belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi penghentian pengiriman produk tersebut.

Data Penangguhan Impor Daging Sapi Brasil ke China
AspekDetail
Negara PengimporChina
Negara PengeksporBrasil
Penyebab SuspensiTemuan hormon sintetis pada sapi
Status HormonDilarang di China
Jumlah Pabrik Terdampak3 pabrik
Perusahaan TerkaitJBS, Prima Foods, Frialto
Sumber InformasiGlobo Rural / Reuters

Artikel terkait

Rekomendasi