Chery Catat Pertumbuhan Agresif Global dengan Penjualan 251.386 Unit

Chery Catat Pertumbuhan Agresif Global dengan Penjualan 251.386 Unit
Foto: Ilustrasi Chery Catat Pertumbuhan Agresif Global dengan Penjualan 251.386 Unit.

Chery sedang berada dalam periode ekspansi yang sangat agresif di pasar otomotif internasional. Berdasarkan data periode April 2026, produsen asal China ini sukses membukukan pengiriman sebanyak 251.386 unit kendaraan ke berbagai negara.

Angka pencapaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 25,2 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat posisi Chery yang semakin diperhitungkan di kancah global.

Dilansir dari Otomotif, lonjakan volume penjualan yang paling signifikan justru disumbangkan oleh lini kendaraan elektrifikasi, baik tipe hybrid maupun EV. Penjualan kendaraan energi baru (NEV) milik Chery menembus angka 100.276 unit hanya dalam satu bulan.

Pertumbuhan sektor NEV ini mencapai hampir 64 persen secara tahunan. Fenomena tersebut mempertegas transformasi Chery dari produsen mobil konvensional menjadi brand otomotif yang fokus pada teknologi elektrifikasi global.

Tren pergeseran ke arah elektrifikasi ini juga mulai merambah pasar otomotif di Indonesia. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Chery terlihat sangat aktif memperkaya varian produknya untuk konsumen tanah air.

Portofolio kendaraan yang ditawarkan mencakup berbagai teknologi, mulai dari mesin pembakaran internal (ICE), hybrid, hingga mobil listrik murni. Strategi ini dirancang untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas.

Di kategori SUV bensin, Chery mengandalkan model-model seperti Chery Tiggo 5X, Chery Tiggo 7 Pro, dan Chery Tiggo 8. Sementara itu, penetrasi di segmen elektrifikasi diperkuat melalui kehadiran SUV listrik Chery Omoda E5.

Chery juga menghadirkan Chery J6 bagi pecinta SUV listrik yang menyukai gaya off-road. Di sisi lain, teknologi Chery Super Hybrid (CSH) mulai diperkenalkan melalui model Chery Tiggo 8 CSH serta Chery C5 CSH.

Pendekatan All Powertrain untuk Masa Transisi

Langkah Chery di Indonesia selaras dengan visi global bertajuk pendekatan "All Powertrain". Perusahaan berkomitmen menyediakan opsi mesin bensin, hybrid, dan EV secara simultan sesuai dengan karakteristik kebutuhan pasar di tiap negara.

Penerapan strategi ini dinilai sangat relevan dengan kondisi pasar nasional yang masih berada dalam fase transisi. Saat ini, minat masyarakat terhadap kendaraan listrik mulai tumbuh, namun sebagian konsumen masih memprioritaskan mobil hybrid.

Fleksibilitas kendaraan hybrid untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh tetap menjadi daya tarik utama. Selain itu, faktor efisiensi bahan bakar menjadi dorongan kuat di tengah fluktuasi harga BBM yang terjadi.

Ekspansi ke Eropa dan Kolaborasi Teknologi Tinggi

Keberhasilan Chery tidak hanya terbatas di Asia, tetapi juga mulai merambah pasar Eropa dan Inggris yang memiliki standar regulasi ketat. Pada Maret 2026, Chery berhasil menembus posisi 10 besar pasar otomotif di Inggris.

Prestasi ini menjadikan Chery sebagai satu-satunya merek asal China dengan tingkat pertumbuhan yang sangat masif di wilayah tersebut. Ekspansi ini didukung oleh penguatan sektor teknologi melalui kemitraan strategis.

Chery menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi raksasa seperti NVIDIA, Qualcomm, dan CATL. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan smart cockpit, kecerdasan buatan (AI), serta inovasi teknologi baterai terbaru.

Indonesia diposisikan sebagai salah satu pasar krusial bagi Chery di kawasan Asia Tenggara. Potensi besar terlihat dari pertumbuhan cepat pada segmen SUV dan kendaraan ramah lingkungan, baik untuk kategori hybrid maupun EV.

Melalui kombinasi lini produk yang komprehensif dan taktik elektrifikasi yang terencana, Chery berupaya membangun reputasi sebagai pemain kunci. Perusahaan bertujuan menjadi pemimpin dalam era transisi otomotif elektrifikasi di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi