Bandara Changi Singapura Pertahankan Predikat Terbaik Dunia Versi Skytrax

Bandara Changi Singapura Pertahankan Predikat Terbaik Dunia Versi Skytrax
Foto: Ilustrasi Bandara Changi Singapura Pertahankan Predikat Terbaik Dunia Versi Skytrax.

Bandara Changi Singapura kembali dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia versi Skytrax selama dua tahun berturut-turut pada Senin (27/4/2026). Pencapaian ke-14 kalinya ini didorong oleh integrasi sistem operasional yang konsisten dan pengalaman penumpang yang efisien mulai dari proses kedatangan hingga keberangkatan, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Keunggulan operasional bandara ini ditopang oleh kinerja sekitar 60.000 staf yang bekerja bersama teknologi otomatisasi, analisis prediktif, serta sistem biometrik. Pendekatan tersebut memungkinkan pihak pengelola mengantisipasi hambatan alur perjalanan sebelum terjadi di lapangan.

Direktur Pelaksana Airport City Academy, Max Hirsh, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan Changi terletak pada kekuatan sistem dasar seperti kecepatan, keamanan, dan konektivitas. Hirsh menekankan bahwa konsistensi jangka panjang tetap menjadi tantangan utama di tengah seringnya terjadi gangguan dalam dunia penerbangan.

"Dalam dunia penerbangan, gangguan itu sering terjadi. Tantangannya bukan hanya mencapai keseimbangan, tetapi menjaga konsistensi itu dalam jangka panjang," ujar Max Hirsh, Direktur Pelaksana Airport City Academy.

Dalam pengelolaannya, pihak bandara menempatkan efisiensi sebagai prioritas tertinggi di atas aspek kenyamanan suasana dan fasilitas hiburan. Detail kecil seperti penunjuk arah yang jelas hingga sistem penilaian digital di ratusan toilet turut menjadi perhatian untuk menjaga kualitas layanan.

"Hierarkinya sederhana, efisiensi menjadi yang utama, diikuti suasana, lalu hiburan," jelas Max Hirsh, Direktur Pelaksana Airport City Academy.

Fasilitas hiburan ikonik seperti Jewel Rain Vortex, taman kupu-kupu, hingga bartender robot tetap menjadi daya tarik utama untuk mengurai kepadatan penumpang. Selain itu, terdapat fasilitas terbaru Fit and Fun Zone serta layanan tur kota gratis bagi penumpang yang menjalani transit dalam waktu lama.

Penggunaan teknologi otomatisasi di berbagai sektor juga dipicu oleh keterbatasan tenaga kerja di lapangan. Wakil Presiden Senior Komunikasi Korporat dan Pemasaran Changi Airport Group, Ivan Tan, menyoroti rendahnya minat pekerja pada sektor-sektor tertentu seperti layanan imigrasi.

"Tidak semua orang tertarik bekerja di layanan seperti imigrasi, sehingga kami perlu mencari solusi lain melalui teknologi," ujar Ivan Tan, Wakil Presiden Senior Komunikasi Korporat dan Pemasaran Changi Airport Group.

Implementasi sistem imigrasi tanpa paspor secara penuh telah diberlakukan sejak 2024 dengan memanfaatkan pengenalan wajah dan iris mata. Pengembangan inovasi masa depan kini difokuskan pada Terminal X untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan lonjakan jumlah penumpang.

Manajer Komunikasi Terminal 10, Kris Mok, menyatakan bahwa tim pengembang terus didorong untuk mengeksplorasi ide-ide baru guna mempertahankan kualitas layanan. Langkah ini dianggap krusial mengingat kompleksitas tantangan di tahun-tahun mendatang.

"Dalam beberapa tahun ke depan, tantangan akan semakin kompleks, sehingga inovasi harus terus dilakukan," ujar Kris Mok, Manajer Komunikasi Terminal 10.

Keberhasilan berkelanjutan ini berakar pada visi jangka panjang Lee Kuan Yew sejak 1970-an yang menjadikan bandara sebagai simbol kemajuan negara. Investasi besar tersebut kini memosisikan Changi sebagai representasi Singapura yang efisien dan terorganisir di mata internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi