PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatat kemajuan pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang telah menyentuh angka 66 persen pada Kamis (7/5/2026). Perusahaan kini memfokuskan pengerjaan pada infrastruktur logistik pendukung di bawah naungan PT Chandra Asri Alkali (CAA).
Proyek berskala global ini dilansir dari Market sedang dalam tahap pembangunan tangki penyimpanan serta dermaga atau jetty. Langkah ini diambil setelah emiten berkode TPIA tersebut menuntaskan sejumlah tahapan konstruksi utama pada fasilitas produksi bahan kimia tersebut.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, menegaskan bahwa pengembangan sarana logistik merupakan instrumen vital. Infrastruktur ini berfungsi untuk menjamin kelancaran distribusi sekaligus pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis di masa depan.
"Pembangunan Pabrik CA-EDC kini memasuki fase pengembangan infrastruktur logistik utama yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi dan pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis," kata Suryandi dalam keterangan resmi.
Integrasi infrastruktur yang kuat diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing ekosistem industri kimia di dalam negeri. Melalui fasilitas tersebut, Indonesia diharapkan dapat memperkokoh posisinya sebagai basis kekuatan industri kimia di kawasan Asia Tenggara.
Fasilitas CA-EDC ini diproyeksikan memiliki kapasitas tahunan sebesar 827.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC). Kehadiran pabrik ini bertujuan untuk memenuhi permintaan domestik terhadap bahan kimia dasar yang terus mengalami peningkatan signifikan.
Pengoperasian pabrik tersebut diprediksi dapat menekan ketergantungan terhadap barang impor. Produksi soda kaustik dari fasilitas ini diperkirakan mampu menggantikan impor hingga senilai US$293 juta atau setara dengan Rp4,9 triliun setiap tahunnya.
Selain pemenuhan kebutuhan dalam negeri, produksi EDC akan difokuskan untuk menyasar pasar ekspor. Inisiatif strategis ini berpotensi menyumbang devisa negara hingga mencapai US$300 juta atau berkisar Rp5 triliun per tahun bagi perekonomian nasional.
Selama masa konstruksi, proyek ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3.000 orang. Chandra Asri menargetkan pembukaan 250 lapangan kerja baru saat pabrik tersebut mulai beroperasi secara penuh yang dijadwalkan pada kuartal pertama tahun 2027.