CBE 2026 Dorong Integrasi Industri Kopi Hingga Wine Lewat Taste Circle

CBE 2026 Dorong Integrasi Industri Kopi Hingga Wine Lewat Taste Circle
Foto: Ilustrasi CBE 2026 Dorong Integrasi Industri Kopi Hingga Wine Lewat Taste Circle.

Sektor makanan dan minuman (mamin) nasional terus memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung manufaktur nonmigas di tengah dinamika pasar yang kompetitif. Keberhasilan industri ini didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat urban yang kini lebih mengapresiasi pengalaman kuliner dan layanan hospitality.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian yang dikutip dari Suara, subsektor mamin tetap menjadi kontributor terbesar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan. Pesatnya pertumbuhan kafe dan restoran mencerminkan pergeseran konsumsi kelas menengah yang mulai memprioritaskan nilai pengalaman dibandingkan sekadar kenyamanan fisik.

Menghadapi persaingan yang kian ketat, para pelaku usaha kini dituntut untuk memperkuat efisiensi rantai pasok dan memperluas jaringan distribusi melalui kolaborasi strategis. Sebagai langkah konkret mendukung kebutuhan tersebut, pameran Cafe & Brasserie Expo (CBE) 2026 resmi digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (7/5/2026).

Pameran CBE 2026 mengusung konsep "Taste Circle" yang dirancang sebagai wadah integrasi bagi berbagai komoditas mulai dari kopi, teh, cokelat, hingga wine. Penyelenggaraan ini dilakukan secara serentak dengan FLEI Business Show dan MoreFood Expo Indonesia guna menciptakan ekosistem peluang investasi serta lisensi usaha yang lebih luas.

"CBE Jakarta 2026 menunjukkan bahwa sektor kafe tidak lagi hanya sekadar tentang produk makanan dan minuman, melainkan sudah menjadi bagian dari identitas, gaya hidup, dan ekonomi kreatif," ujar President Director Panorama Media, Royanto Handaya.

Royanto menambahkan bahwa transformasi dalam industri kreatif saat ini sangat menitikberatkan pada pengalaman konsumen sebagai nilai tambah utama bagi bisnis. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan lebih dari 120 merek ternama yang mencakup penyedia mesin kopi hingga produsen cokelat lokal di ajang tersebut.

Fasilitas Matchmaking dan Edukasi Industri

Selain menjadi ajang pameran produk, CBE 2026 juga menyediakan fasilitas business to business (B2B) matchmaking yang memungkinkan para pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (Horeca) melakukan negosiasi kerja sama secara langsung. Program ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan investasi di sektor terkait.

Edukasi menjadi pilar penting lainnya dalam pameran ini melalui berbagai sesi demonstrasi inovasi cokelat dan pengenalan natural wine. Kehadiran pusat transfer pengetahuan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi teknis serta wawasan para pelaku industri mamin di level nasional.

Pertumbuhan sektor kafe yang kini dipandang sebagai identitas gaya hidup membuka celah investasi yang signifikan bagi para investor lokal maupun internasional. Integrasi antara inovasi produk dan efisiensi operasional menjadi kunci utama bagi keberlanjutan bisnis F&B di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi