Cashlez Catat Rugi Bersih Rp67,74 Miliar Sepanjang Tahun Buku 2025

Cashlez Catat Rugi Bersih Rp67,74 Miliar Sepanjang Tahun Buku 2025
Foto: Ilustrasi Cashlez Catat Rugi Bersih Rp67,74 Miliar Sepanjang Tahun Buku 2025.

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menghadapi tekanan finansial yang signifikan sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan lonjakan rugi bersih mencapai Rp67,74 miliar.

Kinerja negatif emiten teknologi pembayaran ini terjadi seiring dengan penurunan pendapatan sebesar 20,35 persen secara tahunan atau setara dengan Rp110,18 miliar, seperti dikutip dari Suara.

Manajemen mengakui bahwa periode tersebut merupakan masa yang penuh tantangan bagi industri pembayaran digital dalam menyeimbangkan antara volume transaksi dengan strategi monetisasi.

Menanggapi situasi keuangan yang tertekan, pihak manajemen saat ini tengah melakukan penyesuaian strategi bisnis secara mendalam.

"Kami menyadari tantangan ini dan saat ini kami sedang melakukan penyesuaian strategi dengan fokus pada kualitas merchant dan optimalisasi utilisasi, bukan hanya ekspansi kuantitatif," ujar manajemen Cashlez.

Perusahaan kini memprioritaskan kualitas mitra merchant dibandingkan sekadar mengejar pertumbuhan jumlah secara masif untuk memperbaiki fundamental keuangan.

Rencana Rights Issue Senilai Rp237 Miliar

Sebagai langkah untuk memperkuat struktur permodalan, perseroan berencana melaksanakan aksi korporasi melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

CASH akan menerbitkan hingga 996,67 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp238 per lembar, sehingga total dana yang diincar mencapai Rp237 miliar.

Alokasi dana hasil rights issue tersebut sebesar 45,44 persen akan digunakan untuk pelunasan utang, sementara 42,17 persen untuk modal kerja operasional, dan 12,39 persen untuk belanja modal.

"Langkah strategis ini diharapkan dapat menurunkan tekanan likuiditas jangka pendek dan memberikan fleksibilitas bagi PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk dalam menjalankan transformasi bisnis ke depan," tulis manajemen.

Penyebab Pembengkakan Rugi dan Rasio Utang

Meskipun pendapatan menurun, Cashlez sebenarnya mencatatkan kenaikan Gross Transaction Value (GTV) sebesar 77,8 persen secara tahunan.

Namun, pertumbuhan transaksi ini tidak mampu menahan lonjakan rugi bersih sebesar 94,64 persen, yang menjadi level kerugian tertinggi sejak perusahaan melantai di bursa.

Peningkatan kerugian dipicu oleh beban penurunan nilai piutang yang besar, kenaikan beban keuangan, serta beban pajak tangguhan yang cukup signifikan.

Kondisi ini memperburuk rasio utang terhadap ekuitas (DER) perusahaan yang melonjak drastis dari 0,93 kali di akhir 2024 menjadi 3,38 kali pada penutupan Desember 2025.

Liabilitas perusahaan tercatat naik 86,31 persen menjadi Rp209,60 miliar, sementara ekuitas perusahaan justru menyusut 48,8 persen menjadi Rp62,04 miliar.

Penurunan pendapatan utama disebabkan oleh anjloknya segmen penjualan perangkat sebesar 26,35 persen menjadi Rp77,02 miliar akibat melemahnya daya beli merchant.

Artikel terkait

Rekomendasi