BYD Impor 200 Unit Atto 3 dari China pada Maret 2026

BYD Impor 200 Unit Atto 3 dari China pada Maret 2026
Foto: Ilustrasi BYD Impor 200 Unit Atto 3 dari China pada Maret 2026.

Produsen otomotif asal China, BYD, tercatat kembali mendatangkan sebanyak 200 unit kendaraan listrik secara utuh ke Indonesia pada Maret 2026. Langkah impor ini dilakukan setelah perusahaan sempat menghentikan pengiriman unit dari luar negeri pada Januari dan Februari tahun ini.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilansir dari Detik Oto, seluruh unit yang diimpor pada bulan ketiga tersebut merupakan model Atto 3 Advanced Standard Range. Volume ini menandai kembalinya aktivitas logistik BYD setelah sepanjang 2025 menjadi importir mobil terbanyak di pasar domestik.

Pengiriman unit ini juga bertepatan dengan momentum pasca ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Dalam pameran tersebut, BYD merilis varian Atto 3 Advanced Plus yang ditawarkan dengan harga Rp 415 juta kepada konsumen di Indonesia.

Meskipun aktivitas impor terus berlanjut, BYD saat ini sedang mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas manufaktur mereka di kawasan Subang, Jawa Barat. Perusahaan menargetkan pabrik tersebut dapat memulai aktivitas produksi dalam negeri pada akhir tahun 2026.

Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa kegiatan impor tidak akan langsung berhenti total meskipun produksi lokal sudah berjalan. Impor akan tetap dijalankan sebagai strategi cadangan untuk memenuhi permintaan pasar pada model-model tertentu.

"Importasi adalah bagian dari back up plan untuk kondisi-kondisi tertentu khususnya demand market khusus. Artinya kami tidak bisa bilang nol tapi kami masih bisa mengutilisasi itu untuk demand khusus tapi kita akan fokus untuk produksi lokal," ujar Luther Panjaitan, Head of PR and Government BYD Indonesia.

Untuk mendukung kesiapan produksi di Subang, BYD telah mengantongi sejumlah regulasi teknis. Sertifikasi yang telah dimiliki mencakup World Manufacturer Identifier (WMI) untuk nomor identifikasi kendaraan, Certificate of Standard, hingga sertifikat Incompletely Knocked Down (IKD).

Luther menambahkan bahwa kepemilikan sertifikasi tersebut menunjukkan kesiapan operasional pabrik untuk segera memulai lini produksi. Hingga saat ini, pihak BYD belum merinci model spesifik mana yang akan menjadi unit pertama yang dirakit sepenuhnya di fasilitas Subang tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi