Jakarta akan menjadi tuan rumah pameran bus dan industri karoseri terbesar di Asia Tenggara, Busworld Southeast Asia 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 22 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran. Perhelatan ini diselenggarakan bersamaan dengan ajang INAPA 2026 serta EV & Charging Indonesia 2026 guna membentuk ekosistem transportasi yang komprehensif, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Pameran bisnis (B2B) tersebut direncanakan melibatkan lebih dari 1.500 peserta dari berbagai negara. Penyelenggara menargetkan kehadiran sekitar 60.000 pengunjung profesional dari 40 negara untuk melihat inovasi terbaru, termasuk unit bus listrik dan teknologi keselamatan armada.
Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, dalam konferensi pers pada Rabu, 15 April 2026, menyatakan bahwa edisi tahun ini diprediksi menjadi yang terbesar dari sisi cakupan lahan maupun jumlah peserta karoseri yang terlibat.
"Jadi kali ini boleh dikatakan Busworld South Asia 2026 ini adalah yang terbesar dibandingkan sebelum-sebelumnya. Dari segi luasnya dan dari jumlah pamerannya dan teman-teman karoseri-nya lebih banyak. Pasti akan jauh lebih seru," kata Baki Lee, Direktur GEM Indonesia.
Penyelenggara juga mendatangkan berbagai teknologi pendukung dari pasar otomotif global untuk diperkenalkan kepada para pelaku industri transportasi di tanah air.
"Ada teknologi-teknologi dari Eropa, India maupun China yang mereka sudah dipakai di Indonesia, dan akan diperkenalkan kepada yang lain juga. Jadi banyak teknologi seperti penghematan, akselerasi, ketepatan, akurasi itu semua ada di situ," ungkap Baki Lee, Direktur GEM Indonesia.
Meskipun persiapan sudah matang, pihak penyelenggara belum bisa memberikan rincian detail mengenai unit bus baru yang akan diluncurkan oleh para produsen karoseri lokal.
"Kami sesungguhnya ingin ekspos peserta itu mau pamer apa, tapi dilarang. Karena kalau di ekspos sekarang tidak seru. Mereka maunya lihat langsung di pameran," tutur Baki Lee, Direktur GEM Indonesia.
Ketua Umum Askarindo, Jimmy Tenacious, memberikan apresiasi atas pertumbuhan pameran ini yang dianggap mencerminkan penguatan daya saing industri karoseri nasional di pasar internasional.
"Saya sangat menghargai acara Busworld ini. Kita bisa lihat dari perkembangan penambahan jumlah karoseri yang ikut dan lahan yang disewa. Itu menandakan acara ini sangat sukses sebelumnya," kata Jimmy Tenacious, Ketua Umum Askarindo.
Jimmy juga menceritakan pengalamannya saat berinteraksi dengan pembeli dari mancanegara yang mengakui kualitas pengerjaan badan bus buatan produsen asal Indonesia.
"Saya tanya, Bapak dari mana? Saya dari Malaysia. Jauh banget Pak, Bapak nyari bus di sini? Jauh banget Pak, karena bus Indonesia bagus katanya," ungkap Jimmy Tenacious, Ketua Umum Askarindo.
Dari sisi pengawasan transportasi, Ketua Umum Instran, Budi Susandi, mengingatkan bahwa aspek estetika kendaraan tidak boleh mengesampingkan standar keamanan penumpang.
"Jangan hanya memberikan masalah kenyamanan dan keindahan, tapi juga harus kita lihat masalah safety-nya," ujar Budi Susandi, Ketua Umum Instran.
Penerapan standar struktur bangunan bus yang kuat menjadi fokus utama agar kendaraan mampu memberikan perlindungan maksimal saat terjadi benturan atau kecelakaan di jalan.
"Bagaimana struktur itu bisa mengabsorb energi kinetik sehingga kalau crash penumpang di dalam bisa aman," kata Budi Susandi, Ketua Umum Instran.
Selain aktivitas pameran di lantai JIExpo Kemayoran, agenda Busworld Southeast Asia 2026 juga akan mencakup rangkaian diskusi industri dan konferensi untuk membahas arah masa depan transportasi publik di kawasan ASEAN.