Massa Buruh Rehat di Kawasan Monas Saat Tunggu Bus Kepulangan

Massa Buruh Rehat di Kawasan Monas Saat Tunggu Bus Kepulangan
Foto: Ilustrasi Massa Buruh Rehat di Kawasan Monas Saat Tunggu Bus Kepulangan.

Sejumlah massa aksi Hari Buruh Internasional (May Day) terpantau memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat untuk beristirahat di area terbuka sembari menunggu antrean bus kepulangan pada Jumat (1/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, para peserta aksi melepas lelah sejak pukul 16.30 WIB usai mengikuti rangkaian kegiatan utama.

Para buruh memanfaatkan alas plastik maupun rumput taman untuk berbaring di bawah terik matahari, dengan beberapa orang menggunakan topi atau handuk sebagai penutup wajah. Di tengah suasana istirahat tersebut, tumpukan sampah plastik bekas makanan dan minuman tampak berserakan di sekitar lokasi titik kumpul massa.

Kepadatan kendaraan terlihat di pinggir jalan akibat bus penjemput yang datang secara bergantian di bawah pengaturan petugas kepolisian. Salah satu peserta aksi asal Bekasi, Andri, menyatakan kelelahannya setelah mengikuti kegiatan aksi sejak pagi hari.

"Dari pagi sudah di sini, lumayan capek. Sambil nunggu bus sopirnya parkir jauh banget di dekat GBK," kata Andri, salah satu buruh.

Selain masalah teknis kepulangan, Andri yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online juga membawa aspirasi terkait penyesuaian potongan komisi aplikator. Hal ini merujuk pada wacana kebijakan pemerintah untuk menekan potongan di bawah angka sepuluh persen.

"Buruh kan datang ke sini bawa pesan. Ya tadi sebagai ojol berharap soal potongan komisi itu bisa di bawah 10 persen sesuai arahan Presiden. Karena kalau sekarang itu potongannya menyiksa," ujar Andri.

Peserta aksi lainnya, Haidar, juga memilih beristirahat di atas tikar plastik bersama rombongannya karena panjangnya antrean bus kepulangan. Situasi di lokasi memaksa massa untuk menunggu lebih lama sebelum bisa meninggalkan kawasan Jakarta Pusat.

"Daripada berdiri lama, mending duduk dulu, sekalian rebahan," ujar Haidar, buruh asal Cikarang.

Haidar menjelaskan bahwa armada bus rombongannya terpaksa diparkir di area Jalan Benyamin Sueb karena kepadatan lalu lintas. Kendaraan tersebut harus bergerak perlahan untuk menjangkau titik jemput massa di sekitar Monas.

"Tadi sopir bilangnya parkir di Benyamin. Ke sini harus ngantre lagi sama bus-bus yang lain," kata Haidar.

Kondisi arus lalu lintas di sekitar Monas dilaporkan mengalami perlambatan signifikan akibat volume kendaraan yang tinggi. Bus dan minibus yang membawa massa bergerak perlahan dengan kecepatan rata-rata hanya 15 kilometer per jam.

Artikel terkait

Rekomendasi