Bursa Kripto CFX Catat Volume Transaksi Tembus Rp115,65 Triliun

Bursa Kripto CFX Catat Volume Transaksi Tembus Rp115,65 Triliun
Foto: Ilustrasi Bursa Kripto CFX Catat Volume Transaksi Tembus Rp115,65 Triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa kripto PT Central Finansial X (CFX) menunjukkan tren yang stabil sepanjang April 2026. Berdasarkan laporan perkembangan industri yang dilansir dari Investortrust, total volume perdagangan year to date (ytd) kini telah menembus angka Rp115,65 triliun.

Hingga akhir April 2026, ekosistem pasar domestik diperkuat oleh 25 pedagang aset keuangan digital (PAKD) yang telah terdaftar resmi. Para pelaku usaha ini memfasilitasi perdagangan bagi 1.245 jenis aset kripto di tanah air.

Selain pasar fisik, sektor perdagangan derivatif juga terus menunjukkan geliat positif di tengah dinamika pasar global. Saat ini, jumlah kontrak derivatif kripto yang aktif tercatat telah mencapai 40 kontrak.

Fasilitas pasar spot di CFX membukukan volume perdagangan sebesar Rp22,9 triliun selama April 2026. Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan perolehan bulan Maret 2026 yang berada di angka Rp22,2 triliun, sehingga akumulasi total volume spot secara ytd menyentuh Rp98,7 triliun.

Sektor derivatif kripto turut menunjukkan pergerakan positif dengan capaian volume perdagangan senilai Rp4,44 triliun pada April 2026. Nilai ini naik tipis dari bulan Maret 2026 sebesar Rp4,36 triliun, dengan keseluruhan total volume perdagangan derivatif ytd mencapai Rp16,95 triliun.

Aktivitas perdagangan spot didominasi oleh aset berkapitalisasi besar dan stablecoin seperti Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Pippin (PIPPIN), dan BitTorrent [New] (BTT). Untuk segmen derivatif, minat transaksi tertinggi berpusat pada kontrak perpetual seperti BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP, PEPEUSDT-PERP, dan DOGEUSDT-PERP.

Performa Harga Aset Digital Terpopuler

Terkait pergerakan harga, OKZOO (AIOT) menempati posisi teratas sebagai aset berkinerja terbaik setelah melonjak 818% sepanjang April 2026. Tren penguatan ini diikuti oleh Banana for Scale yang melesat 633%, SKYAI 469%, Nexa 300%, dan Zerebro yang tumbuh 289%.

Di sisi lain, koreksi tajam menimpa sejumlah aset digital dengan penurunan terdalam dialami oleh Dego Finance (DEGO) sebesar 91%. Penurunan performa ini disusul oleh FIO Protocol yang merosot 88%, Aria AI 84%, Dent 78%, dan StakeStone yang turun 76%.

Perkembangan Data Konsumen Menurut OJK

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data nilai transaksi spot kripto di Indonesia untuk periode Maret 2026 sebesar Rp22,24 triliun. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang terikat dalam ekosistem ini sudah mencapai 21,37 juta orang.

"Jumlah akun konsumen telah mencapai 21,37 juta atau tumbuh 1,43% secara month to date," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Adi Budiarso dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK April 2026 yang berlangsung secara daring pada Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, nilai perdagangan untuk produk derivatif aset keuangan digital (AKD) berada di angka Rp5,80 triliun pada Maret 2026. Jumlah tersebut memperlihatkan lompatan sebesar 14,40% bila dibandingkan dengan capaian bulan Februari 2026 yang bernilai Rp5,07 triliun.

Untuk sektor kapitalisasi pasar AKD dan aset kripto, nilainya menyentuh Rp23,36 triliun pada Maret 2026. Angka ini mengalami sedikit kontraksi sebesar 0,97% dari posisi bulan Februari 2026 yang sempat berada pada level Rp23,59 triliun.

"Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto di Indonesia masih terjaga dengan baik," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi