Bursa Saham Asia Pasifik Menguat Ikuti Rekor Baru Wall Street

Bursa Saham Asia Pasifik Menguat Ikuti Rekor Baru Wall Street
Foto: Ilustrasi Bursa Saham Asia Pasifik Menguat Ikuti Rekor Baru Wall Street.

Mayoritas bursa saham di wilayah Asia-Pasifik mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (28/1/2026) pagi setelah mengikuti tren positif Wall Street yang mencapai rekor tertinggi baru. Sentimen positif ini muncul di tengah penantian pelaku pasar terhadap pengumuman suku bunga Federal Reserve dan laporan kinerja emiten teknologi global.

Indeks S&P 500 di Amerika Serikat berhasil ditutup pada level 6.978,60 atau naik sebesar 0,41 persen sebagaimana dilansir dari Investortrust. Penguatan tersebut didorong oleh performa solid saham-saham raksasa teknologi seperti Microsoft dan Apple yang menopang kepercayaan investor global.

Di wilayah Asia, indeks Kospi dan Kosdaq Korea Selatan memimpin kenaikan dengan lonjakan masing-masing sebesar 1,52 persen dan 2,51 persen hingga mencetak rekor baru. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turut menguat tipis dan berada dalam tren kenaikan selama empat sesi perdagangan berturut-turut.

Kondisi ekonomi Australia menunjukkan inflasi utama berada pada angka 3,6 persen untuk periode kuartal terakhir tahun 2025. Di sisi lain, pasar Hong Kong memberikan sinyal positif dengan kontrak berjangka indeks Hang Seng yang berada pada posisi 27.186, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di level 27.126,95.

Pengecualian terjadi di pasar Jepang di mana indeks Nikkei 225 justru melemah 0,43 persen dan Topix turun 0,87 persen. Pergerakan ini terjadi saat mata uang yen menguat ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir terhadap dolar AS di posisi 152,08 yang dipicu oleh spekulasi intervensi pasar valuta asing.

Pelaku pasar global kini memusatkan perhatian pada keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang diprediksi akan bertahan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen. Meskipun diperkirakan tetap, investor tetap mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter jangka panjang dari pernyataan resmi The Fed mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi