Bursa Asia Menguat Pasca Kesepakatan Dagang Amerika Serikat dan India

Bursa Asia Menguat Pasca Kesepakatan Dagang Amerika Serikat dan India
Foto: Ilustrasi Bursa Asia Menguat Pasca Kesepakatan Dagang Amerika Serikat dan India.

Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mencatatkan penguatan signifikan pada Selasa (3/2/2026) menyusul tercapainya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan India. Sentimen positif ini dipicu oleh rencana pemangkasan tarif barang antar kedua negara guna memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa Washington dan India akan segera memulai pengurangan tarif tersebut. Dilansir dari Investortrust, kesepakatan ini mencakup komitmen Perdana Menteri India Narendra Modi untuk meningkatkan volume pembelian berbagai produk asal Negeri Paman Sam.

India juga dilaporkan akan melakukan perubahan kebijakan impor energi mereka. Dalam poin kesepakatan tersebut, India sepakat untuk menghentikan pengadaan minyak mentah dari Rusia dan mengalihkannya dengan membeli lebih banyak pasokan dari Amerika Serikat serta potensi kerja sama dengan Venezuela.

Respons pasar terhadap pengumuman ini terlihat sangat kuat di bursa Korea Selatan. Indeks Kospi melonjak lebih dari 5 persen yang kemudian memicu aktivasi kebijakan perlindungan perdagangan atau buy sidecar oleh pihak Bursa Korea (Korea Exchange).

Otoritas bursa menjelaskan bahwa mekanisme pembekuan sementara tersebut aktif setelah kontrak berjangka KOSPI 200 mengalami kenaikan di atas 5 persen selama lebih dari satu menit. Lonjakan ini berbanding terbalik dengan kondisi hari Senin, di mana sidecar juga aktif namun akibat kontrak berjangka yang anjlok 5 persen.

Di belahan Asia lainnya, indeks Nikkei 225 Jepang tumbuh sebesar 2,44 persen dan Topix menguat 1,94 persen. Sementara itu, bursa saham Kosdaq yang diisi oleh perusahaan berkapitalisasi kecil juga terpantau naik hingga 2,32 persen menurut data yang dikutip dari CNBC.

Kenaikan juga terjadi pada indeks S&P/ASX 200 Australia yang menguat sebesar 1,3 persen di tengah ekspektasi kebijakan moneter domestik. Berdasarkan survei ekonom oleh Reuters, bank sentral Australia diprediksi akan menaikkan suku bunga kebijakannya dalam waktu dekat.

Di pasar Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada pada posisi 26.953. Angka tersebut menunjukkan tren positif karena berada di atas level penutupan terakhir indeks acuan sebelumnya yang tercatat pada posisi 26.775,57.

Artikel terkait

Rekomendasi