Bunda Literasi NTT Gandeng Badan Bahasa Perkuat Budaya Membaca

Bunda Literasi NTT Gandeng Badan Bahasa Perkuat Budaya Membaca
Foto: Ilustrasi Bunda Literasi NTT Gandeng Badan Bahasa Perkuat Budaya Membaca.

Bunda Literasi Nusa Tenggara Timur (NTT) Mindriyati Astiningsih Laka Lena memperkuat budaya membaca masyarakat melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Literasi terstruktur di Kupang, NTT pada Selasa (26/5), dilansir dari Media Indonesia.

Langkah penguatan literasi secara masif dan terencana tersebut digerakkan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Mindriyati Astiningsih Laka Lena memosisikan figur Bunda Literasi sebagai mitra utama pemerintah daerah yang bertugas membangun kesadaran membaca serta menulis sejak dini di lingkungan keluarga.

"Kami merasa sangat terbantu dengan Badan Bahasa. Saat awal dilantik, saya sempat berpikir apa peran konkret Bunda Literasi ini. Ternyata saya tidak mungkin bekerja sendiri. Melalui arahan dan kolaborasi, kami membentuk Pokja agar gerakan ini lebih konkret, terencana, dan masif," ujar Mindriyati, Bunda Literasi NTT.

Ia juga mendorong pemanfaatan buku cetak demi memicu daya imajinasi anak agar tidak hanya bergantung pada tontonan visual digital.

"Saya lebih senang membaca buku fisik karena ada sensasi saat membuka lembarannya. Membaca itu memicu imajinasi kita menjadi lebih 'liar' dan kreatif, berbeda dengan menonton yang sudah dibatasi oleh gambar," ungkap Mindriyati, Bunda Literasi NTT.

Selain peran figur publik, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua di rumah sebagai penyedia lingkungan yang suportif terhadap kegemaran membaca anak.

"Semua berawal dari keluarga. Orangtua harus menciptakan suasana yang membuat anak senang membaca, karena dari buku banyak ilmu yang bisa didapat," tambah Mindriyati, Bunda Literasi NTT.

Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Nagekeo dilaporkan berhasil meraih tingkat kegemaran membaca tertinggi di NTT berkat sinergi dengan sejumlah instansi pemerintah dan NGO seperti INOVASI.

"Kami dibantu banyak instansi pemerintah dan NGO. Di sekolah-sekolah, pembelajaran dilakukan secara terstruktur sesuai level kelas. Selain itu, kami bekerja sama dengan Taman Baca Pelangi untuk menyediakan sarana perpustakaan yang ramah anak," jelas Agustina Prawitowati Donatus, Bunda Literasi Kabupaten Nagekeo.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo saat ini menetapkan target penyediaan fasilitas taman baca yang memadai di seluruh sekolah demi kenyamanan siswa.

"Anak-anak sangat antusias. Mereka bisa membaca sambil bersantai, bahkan menggambar di dinding. Suasana seperti ini yang membuat mereka betah berlama-lama dengan buku," tutur Agustina Prawitowati Donatus, Bunda Literasi Kabupaten Nagekeo.

Langkah penguatan budaya membaca di NTT ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen yang menilai sinergi komunitas dan regulasi sebagai kunci literasi nasional.

Badan Bahasa secara khusus memuji efektivitas regulasi Pemerintah Provinsi NTT mengenai "Gerakan Meja Belajar" melalui Peraturan Gubernur yang mewajibkan interaksi keluarga setiap malam.

"Pembiasaan tidak akan tercapai tanpa regulasi. Aturan ini tidak hanya mengatur anak, tetapi juga orangtua. Dalam satu jam tertentu sebelum tidur, keluarga berkumpul. Tidak harus selalu membaca buku, bisa dengan bercerita atau mengevaluasi kegiatan harian," kata Hafidz Muksin, Kepala Badan Bahasa.

Artikel terkait

Rekomendasi