Perum Bulog mencatatkan penyerapan hampir 300.000 ton jagung kering hingga Senin (11/5/2026) guna menjalankan penugasan pemerintah dalam menstabilkan harga pangan nasional. Langkah strategis ini dilakukan untuk merespons lonjakan biaya produksi pakan yang memicu aksi protes peternak di sejumlah wilayah.
Target total penyerapan jagung oleh Bulog pada tahun ini dipatok sebesar 1 juta ton. Berdasarkan data yang dilansir dari Money, realisasi saat ini menunjukkan peningkatan signifikan hampir tiga kali lipat dibandingkan total serapan tahun 2024 yang hanya mencapai 102.000 ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa volume stok saat ini merupakan titik tertinggi dalam sejarah perusahaan. Hal tersebut ia sampaikan di sela peringatan HUT Bulog ke-59 di Jakarta.
ÔÇ£Serapan jagung sekarang sudah hampir 300.000,ÔÇØ kata Rizal saat ditemui di sela HUT Bulog ke-59 di Kantor Bulog, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Pencapaian ini menandai komitmen lembaga dalam memperkuat cadangan pangan pemerintah, khususnya pada komoditas yang berdampak langsung pada sektor peternakan.
ÔÇ£Itu sudah capaian yang tertinggi,ÔÇØ ujar Rizal.
Sebagai langkah konkret di lapangan, Bulog mulai menggulirkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung. Upaya ini difokuskan pada daerah-daerah yang menjadi sentra peternakan rakyat.
ÔÇ£Untuk mengurangi kenaikan harga jagung yang terlalu tinggi,ÔÇØ tutur Rizal.
Program ini menjadi krusial mengingat kondisi peternak di Magetan, Jawa Timur, sempat membagikan 3 ton telur gratis sebagai protes atas mahalnya pakan. Kondisi tersebut diperparah dengan harga ayam hidup di tingkat kandang yang turun ke kisaran Rp 22.000 hingga Rp 22.800 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) produsen sebesar Rp 26.500.
Merespons situasi tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Bulog mengalokasikan 250 ton jagung SPHP khusus untuk peternak di Magetan. Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono mengonfirmasi bahwa distribusi bantuan tersebut sudah dimulai sejak Sabtu (9/5/2026).
ÔÇ£Program SPHP jagung pakan untuk Magetan mulai hari ini telah mulai dijalankan," kata Maino, Sabtu (9/5/2026).
Jagung yang disalurkan dalam program ini memiliki standar kadar air antara 12 persen hingga 14 persen. Sesuai instruksi pemerintah, harga dipatok maksimal Rp 5.500 per kilogram di tingkat peternak untuk meringankan beban biaya produksi.