Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon segera menggelontorkan kembali pasokan minyak goreng subsidi Minyakita ke pasar-pasar tradisional pada Kamis (21/5), guna mengatasi kelangkaan stok yang dikeluhkan oleh para pedagang sejak beberapa hari terakhir, dilansir dari Media Indonesia.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Mahdi menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang mengupayakan agar komoditas tersebut bisa segera tersedia kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
ÔÇ£Untuk penyaluran Minyakita, kita ada mekanisme dan regulasinya,ÔÇØ tuturnya, Kamis (21/5).
Mekanisme pendistribusian tersebut menggunakan sistem Domestik Market Obligation (DMO) yang terbagi menjadi beberapa jalur, yakni alokasi swasta sebesar 65 persen langsung dari produsen ke distributor, serta jalur BUMN Pangan sebesar 35 persen.
ÔÇ£Kuota distribusi BUMN Pangan dibagi menjadi tiga entitas, yaitu Perum Bulog 70% dan sisanya ID Food dan Agrinas,ÔÇØ tutur Imam.
Akibat pembagian kuota tersebut, pasokan yang diterima Perum Bulog mengalami penurunan drastis dari yang biasanya mencapai 35 ribu dus kini menjadi hanya sekitar 1.500 dus per bulan, yang dipengaruhi oleh penurunan kendala kuota ekspor CPO.
ÔÇ£Untuk kuota bulan ini, Perum Bulog memastikan sudah mulai mendistribusikan ke pasar-pasar dengan harga tetap Rp15.700 per liter,ÔÇØ tutur Imam.
Kondisi kekosongan stok di lapangan dikonfirmasi oleh Dodi, seorang pedagang di Pasar Jagasatru yang mengaku sudah tidak mendapatkan pasokan minyak goreng subsidi tersebut selama kurang lebih satu pekan terakhir.
ÔÇ£Tidak ada lagi pasokannya.ÔÇØ kata Dodi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pedagang sangat berharap agar distribusi Minyakita dapat segera direalisasikan secara merata karena komoditas ini merupakan salah satu produk yang paling banyak dicari oleh pelanggan di pasar.