Perum Bulog melalui anak perusahaannya, PT Gendhis Multi Manis (GMM), tengah melakukan langkah strategis guna mengatasi hambatan penyerapan tebu di wilayah Blora, Jawa Tengah. Persoalan ini menjadi mendesak karena pabrik gula milik PT GMM dilaporkan tidak beroperasi sejak musim giling tahun lalu hingga saat ini.
Kondisi macetnya operasional pabrik tersebut berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian lokal. Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Blora, potensi kerugian diperkirakan mencapai angka Rp500 miliar karena sekitar 30 ribu petani kesulitan memasarkan hasil panen mereka.
Langkah Cepat Penyelamatan Hasil Panen Petani
Menyikapi situasi yang kian mendesak, manajemen PT GMM segera membentuk tim khusus untuk memberikan pendampingan kepada para petani. Tim ini bertugas mencari solusi jangka pendek agar tebu milik petani tetap bisa terserap meski pabrik utama sedang berhenti beroperasi.
Salah satu skema yang dijalankan adalah mengalihkan pengiriman tebu ke beberapa pabrik gula lain yang berada di sekitar Kabupaten Blora maupun di luar daerah. Upaya ini dilakukan secara intensif demi memastikan mata pencaharian petani tebu tetap terjaga dan tidak mengalami kerugian lebih dalam.
Upaya konkret yang dilakukan PT GMM saat ini meliputi:
- Membentuk tim khusus untuk memantau proses penyerapan dan membantu pengalihan tebu ke mitra pabrik lain.
- Melakukan pendataan menyeluruh terhadap titik-titik wilayah produksi petani yang membutuhkan bantuan penyerapan segera.
- Berkoordinasi dengan pengelola pabrik gula di wilayah tetangga untuk mengatur kapasitas penerimaan tebu tambahan.
- Memastikan distribusi tebu berjalan lancar guna meminimalisir penurunan kualitas hasil panen setelah dipotong.
Plt Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, dalam keterangan resminya pada Senin (1/6/2026), membenarkan adanya pembentukan tim penyerapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah mendata seluruh wilayah yang memungkinkan untuk dibantu proses pengalihan hasil buminya.
Rencana Transformasi Manajemen dan Perbaikan Teknis
Selain penanganan jangka pendek, Perum Bulog juga menyiapkan langkah fundamental untuk memperbaiki performa PT GMM di masa depan. Hal ini sejalan dengan tuntutan dari para petani tebu di Blora yang menginginkan adanya perombakan besar di dalam tubuh manajemen perusahaan.
Bulog secara resmi telah mengusulkan adanya pergantian jajaran manajemen PT GMM dengan susunan pengurus yang baru. Langkah ini diambil guna memperbaiki tata kelola perusahaan agar bekerja lebih profesional, efektif, dan memiliki orientasi yang kuat pada pelayanan terhadap petani.
Beberapa target utama dari rencana perombakan manajemen ini adalah:
- Meningkatkan kualitas koordinasi operasional agar pabrik tidak lagi mengalami hambatan giling di masa mendatang.
- Mempercepat proses pengambilan keputusan strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan para mitra petani.
- Membangun hubungan kemitraan yang lebih harmonis dan transparan antara perusahaan dengan ekosistem industri gula.
- Menerapkan standar pelayanan prima untuk memastikan kepastian pembayaran dan penyerapan hasil tani.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya, menegaskan bahwa aspirasi petani merupakan prioritas utama dalam perbaikan ini. Ia menyampaikan bahwa seluruh masukan akan menjadi dasar evaluasi demi keberlangsungan industri gula nasional yang lebih sehat.
Tomi menambahkan bahwa perbaikan yang tengah dilakukan adalah wujud komitmen Bulog dalam memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, operasional PT GMM di masa depan dapat berjalan stabil dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan petani.
Solusi Masalah Mesin dan Pendataan Lapangan
Hambatan operasional yang terjadi saat ini diketahui berakar dari masalah teknis pada komponen vital pabrik gula. Diketahui bahwa mesin boiler pada PT GMM mengalami kendala yang cukup serius sehingga pabrik tidak mampu menjalankan proses penggilingan tebu secara normal.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Bulog telah mengajukan usulan perbaikan mesin boiler kepada pemegang saham sesuai dengan prosedur yang berlaku. Perbaikan ini dianggap sangat krusial guna meningkatkan keandalan fasilitas produksi dan mengoptimalkan kinerja pabrik secara keseluruhan di musim berikutnya.
Ringkasan status terkini dan rencana aksi untuk PT GMM Blora:
| Aspek Masalah | Langkah Solusi yang Diambil |
|---|---|
| Penyerapan Tebu | Pengalihan distribusi ke pabrik gula lain di luar wilayah Blora. |
| Tata Kelola Perusahaan | Usulan perombakan total manajemen untuk meningkatkan profesionalisme. |
| Fasilitas Produksi | Pengajuan perbaikan mesin boiler guna mendukung kelancaran musim giling. |
| Hubungan Petani | Melakukan audiensi langsung dan pendataan kondisi lapangan secara berkala. |
Data di atas menunjukkan bahwa penyelesaian masalah dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari teknis mesin hingga struktur organisasi. Langkah komprehensif ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan petani tebu terhadap keberadaan pabrik gula di Blora.
Sementara itu, proses pendataan awal terhadap kondisi riil petani dan distribusi tebu sudah mulai berjalan sejak pekan lalu. Perwakilan Perum Bulog, Andin, menyatakan bahwa pihaknya sudah turun langsung ke lapangan untuk menyerap seluruh aspirasi petani yang terdampak.
Hasil dari pendataan tersebut nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait di tingkat pusat. Tujuan akhirnya adalah mendapatkan solusi permanen yang terbaik bagi kelangsungan usaha para petani tebu di Blora serta memastikan ketahanan pangan nasional di sektor gula tetap terjaga.