Bukalapak PHK 594 Karyawan demi Fokus pada Laba Segmen Digital

Bukalapak PHK 594 Karyawan demi Fokus pada Laba Segmen Digital
Foto: Ilustrasi Bukalapak PHK 594 Karyawan demi Fokus pada Laba Segmen Digital.

Emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melakukan pemangkasan 594 karyawan sebagai bagian dari strategi efisiensi besar-besaran untuk beralih ke segmen bisnis mikro dan digital. Langkah perampingan organisasi ini dilaporkan pada Kamis (7/5/2026) seiring dengan penutupan sejumlah lini usaha yang dinilai tidak lagi produktif.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Suara, jumlah tenaga kerja di perusahaan pionir e-commerce tersebut menyusut drastis. Pada akhir 2024, Bukalapak tercatat memiliki 1.018 karyawan, namun jumlah tersebut berkurang menjadi hanya 424 orang pada posisi Desember 2025.

Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. Perusahaan kini memilih untuk memusatkan sumber daya pada empat segmen utama, yakni Mitra Bukalapak, Gaming, Investasi, serta Retail.

"Langkah ini diambil untuk memastikan fokus Perseroan pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan," ujar Cut Fika Lutfi, Sekretaris Perusahaan Bukalapak.

Selain pengurangan staf, manajemen juga menghentikan operasional marketplace produk fisik. Transformasi ini diikuti dengan penghapusan indikator kinerja konvensional seperti Gross Merchandise Value (GMV), Total Processing Value (TPV), dan Gross Transaction Value (GTV) dari laporan perusahaan.

"Indikator-indikator tersebut dianggap tidak lagi relevan mencerminkan kondisi riil perusahaan setelah operasional marketplace produk fisik resmi dihentikan," tegas Cut Fika Lutfi, Sekretaris Perusahaan Bukalapak.

Meskipun terjadi pengurangan personel secara signifikan, manajemen mengeklaim bahwa kualitas pendapatan tetap terjaga dengan pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 22 persen dalam tiga tahun terakhir. Fokus utama perusahaan kini sepenuhnya tertuju pada pencapaian profitabilitas di setiap lini bisnis yang tersisa.

Mengenai rencana strategis ke depan, manajemen menyatakan tidak memiliki agenda aksi korporasi khusus dalam periode 12 bulan mendatang. Perseroan juga memastikan seluruh sengketa hukum dengan PT Harmas Jalesveva telah diselesaikan sejak Oktober 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi