BTNK Batasi Waktu Diving di Taman Nasional Komodo Maksimal 20 Menit

BTNK Batasi Waktu Diving di Taman Nasional Komodo Maksimal 20 Menit
Foto: Ilustrasi BTNK Batasi Waktu Diving di Taman Nasional Komodo Maksimal 20 Menit.

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) secara resmi memberlakukan pembatasan durasi bagi wisatawan yang melakukan aktivitas penyelaman atau diving di kawasan tersebut. Setiap kelompok penyelam kini hanya diberikan waktu maksimal selama 20 menit di setiap lokasi.

Kebijakan ini mengharuskan turis untuk bergantian dengan rombongan dari kapal lain setelah durasi tersebut habis. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian ekosistem bawah laut dan kenyamanan bersama pengunjung lainnya.

Dilansir dari Detik Travel, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, mengonfirmasi pemberlakuan interval waktu tersebut pada Minggu, 26 April 2026.

"Selang waktu antar penyelam (tiap kapal) 20 menit. Intervalnya 20 menit," kata Hendrikus Rani Siga.

Pria yang akrab disapa Hengki tersebut memberikan penegasan bahwa regulasi durasi ini hanya berlaku khusus untuk kegiatan diving. Aktivitas wisata bahari lainnya, seperti berenang di permukaan atau snorkeling, tidak terikat oleh aturan pembatasan waktu tersebut.

Langkah pengaturan interval ini diambil guna mengantisipasi terjadinya penumpukan wisatawan di satu titik penyelaman yang sama. Konsentrasi massa yang terlalu besar dalam satu waktu dikhawatirkan dapat memicu kerusakan pada terumbu karang di lokasi tersebut.

Selain aspek konservasi, pembatasan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. Pengaturan alur masuk dan keluar penyelam diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih nyaman saat menikmati keindahan bawah laut Komodo.

Kawasan Taman Nasional Komodo sendiri dikenal sebagai destinasi wisata bahari unggulan dengan puluhan titik selam yang tersebar di berbagai wilayah perairan. Penanggung Jawab Divisi Marine BTNK, Ande Kefi, menyebutkan terdapat total 42 dive site yang terbagi dalam tiga area utama.

"Total ada 42 dive site atau biasa disebut dengan istilah north, central dan south. Namun, tidak semua lokasi diving dapat dilakukan snorkeling karena beberapa lokasi memiliki arus yang sangat kencang," kata Ande Kefi.

Wilayah utara (north) mencakup spot populer seperti Cristal Rock, Castle Rock, Light House, Shot Gun, Coldron, hingga Chines Soup. Sementara itu, wilayah tengah (central) memiliki titik seperti Karang Makasar, Batu Bolong, Tatawa Besar, Tatawa Kecil, Siaba Besar, Siaba Kecil, Mawan, Polis Poin, Mangiatan, Bongsai Island, dan Waenilu.

Untuk wilayah selatan (south), wisatawan dapat menjumpai Canibal Rock, Yellow Wall, Sting Rey, Banana Island, Tree Sister, Secret Garden, Pilar Stin, dan Manta Alley. Beberapa lokasi favorit yang sering dikunjungi di antaranya adalah Shot Gun di utara, Batu Bolong di tengah, serta Manta Alley di selatan.

"Daya tarik ada terumbu karang, Manta Rey, Hiu dan Napoleon serta berbagai megabenthos," jelas Ande.

Mengingat setiap titik penyelaman memiliki karakteristik alam dan kekuatan arus yang berbeda-beda, otoritas taman nasional sangat menyarankan penggunaan jasa pemandu. Ande sangat tidak merekomendasikan pengunjung untuk melakukan penyelaman secara mandiri tanpa pendampingan tenaga profesional.

Artikel terkait

Rekomendasi