PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menargetkan pertumbuhan bisnis wealth management berada di level 15% secara tahunan pada akhir 2026. Langkah ini dilakukan dengan melengkapi produk dan layanan consumer banking serta meningkatkan dukungan pembiayaan untuk pelaku usaha.
Dilansir dari Investortrust, strategi perluasan produk tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup sekaligus mengakselerasi bisnis para nasabah. Emiten perbankan ini terus melakukan inovasi agar tetap relevan dalam setiap fase perjalanan finansial masyarakat.
Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo mengatakan, perseroan terus berinovasi dan bertransformasi untuk menjadi bank yang relevan di setiap fase perjalanan finansial nasabah, termasuk nasabah di Surabaya. BTN pada tahun kuda api ini, lanjut Oni, akan melanjutkan langkah inovasi yang progresif dengan meningkatkan diversifikasi produk untuk menjawab kebutuhan nasabah.
"BTN terus memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi bank dengan layanan yang semakin komprehensif, sehingga nasabah dapat memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem," jelas Oni dikutip Sabtu (28/2/2026).
Sementara itu, Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menjelaskan hingga akhir 2025, segmen wealth management telah tumbuh dua digit termasuk nilai dana kelolaan (Assets Under Management/AUM). Dengan kinerja tersebut, BTN meraih pertumbuhan fee based income (FBI) dari bisnis wealth management mencapai 60% secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025.
"Saat ini jumlah nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35 ribu nasabah secara nasional dengan target pertumbuhan sekitar 15% tahun ini," tutur Rully.
Kenyamanan nasabah wealth management akan ditingkatkan dengan memperkuat opsi investasi di perseroan serta mengakselerasi kapabilitas aplikasi Bale. Platform digital ini dioptimalkan menjadi layanan transaksi dan investasi terpadu, mulai dari kebutuhan harian hingga rencana fitur cicilan emas.
Guna melengkapi ekosistem tersebut, BTN mempercepat strategi beyond mortgage dengan menghadirkan produk kartu kredit, buy now pay later (BNPL), serta kredit kendaraan bermotor. Di sisi lain, perseroan juga mendorong pertumbuhan sektor UMKM lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit modal kerja.
Pelaku UMKM yang berkembang kapabilitas finansialnya berpotensi naik kelas menjadi nasabah segmen Prospera, Prioritas, hingga Private Banking. Melalui pendekatan terintegrasi ini, BTN berkomitmen mendampingi nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan secara optimal.
" Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi BTN sebagai mitra finansial jangka panjang yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan," ujar Rully.