PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjalin kolaborasi dengan PT Mitra Kasih Perkasa untuk membangun sistem tiketing digital terintegrasi di berbagai pelabuhan dan destinasi wisata di Bali pada Rabu (13/5/2026). Langkah ini bertujuan memperluas ekosistem layanan keuangan digital pada sektor pariwisata yang memiliki potensi transaksi tinggi.
Dilansir dari Suara, kemitraan strategis ini mencakup penyediaan layanan pembayaran non-tunai melalui ATM, EDC, dan QRIS BTN guna mempermudah akses bagi wisatawan maupun pelaku UMKM lokal. Seluruh proses penyelesaian transaksi atau settlement nantinya akan dikelola langsung melalui rekening BTN untuk menjamin efisiensi sistem keuangan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat layanan perbankan yang menyatu dengan perjalanan konsumen. BTN ingin memastikan kehadiran layanan mereka dapat dirasakan sejak awal hingga akhir kunjungan wisatawan di Bali.
"Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi BTN dalam memperluas layanan berbasis ekosistem. Khususnya pada sektor pariwisata yang memiliki potensi transaksi tinggi dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal. BTN tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari keseluruhan perjalanan wisatawan," ujar Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.
Integrasi teknologi ini juga akan dihubungkan dengan Bale by BTN yang merupakan aplikasi super apps milik bank tersebut. Melalui platform ini, pengguna dapat melakukan pemesanan tiket wisata serta transportasi secara digital dalam satu pintu.
"Bale by BTN kami dorong menjadi platform yang tidak hanya melayani kebutuhan perbankan, tetapi juga mendukung lifestyle dan transaction ecosystem masyarakat, termasuk sektor pariwisata," jelas Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.
Berdasarkan data tahun 2025, Bali mencatatkan kunjungan sebanyak 16,3 juta wisatawan dengan total kontribusi devisa mencapai Rp176 triliun. Angka tersebut menjadi landasan bagi BTN dan MKP untuk mendigitalisasi titik-titik krusial seperti Pelabuhan Matahari Terbit Sanur dan Desa Wisata Penglipuran.
CEO & Co-Founder MKP Nicholas Anggada menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menciptakan pengalaman perjalanan yang mulus bagi pelanggan melalui sistem yang terkoneksi. Digitalisasi tidak lagi terbatas pada objek wisata, melainkan mencakup seluruh rangkaian pembayaran dan administrasi.
"Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi bagaimana seluruh customer journey dapat terhubung secara seamless mulai dari booking, payment, boarding, hingga transaksi di area destinasi. Bersama BTN, MKP membangun connected tourism ecosystem yang mengintegrasikan layanan wisata dengan sistem keuangan digital secara end-to-end," kata Nicholas Anggada, CEO & Co-Founder MKP.
Saat ini, MKP telah mendukung pengelolaan transaksi di beberapa lokasi vital, termasuk Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan. Kehadiran sistem terintegrasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan dari sektor pariwisata melalui transparansi data transaksi digital.