PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar lelang akbar sebanyak 10.000 unit rumah di seluruh Indonesia mulai Januari hingga Desember 2026 sebagai langkah pemulihan aset kredit macet perusahaan. Agenda berskala nasional tersebut disampaikan pihak manajemen dalam konferensi pers pada Senin (25/5/2026).
Target penjualan yang dipatok oleh perusahaan perbankan ini berkisar antara 35 persen hingga 45 persen dari keseluruhan total unit yang tersedia. Penawaran aset tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui platform Bale Lelang BTN, baik lewat situs resmi maupun aplikasi mobile.
Dilansir dari Keuangan, harga properti yang ditawarkan pada program ini jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan hunian baru. Pengurangan harga berkisar antara 20 persen hingga 40 persen dari harga pasar rumah baru.
Skema pembiayaan khusus juga telah disiapkan melalui fasilitas kredit perumahan rakyat (KPR) BTN Maju. Program ini menawarkan suku bunga rendah mulai 5 persen fixed selama lima tahun, uang muka ringan mulai 1 persen, serta jangka waktu cicilan mencapai 30 tahun.
Kondisi pasar saat ini dinilai membuat pembelian hunian lelang jauh lebih menguntungkan bagi konsumen. Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate berpotensi membuat cicilan rumah baru dengan KPR reguler menjadi semakin mahal.
"Ini menjadi momentum besar buat masyarakat umum. Walau BI Rate naik 50 bps, KPR lelang kita masih bisa bertahan di bunga fixed 5% selama lima tahun," kata Benjamen.
Pihak manajemen optimistis bahwa target penjualan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Target tersebut dinilai sudah sangat selaras dengan proyeksi pemulihan aset perbankan.
"Itu sudah cukup luar biasa menggerakkan nilai ekonomi yang termasuk juga pemulihan kepada bank," kata Benjamen.