BSI Tingkatkan Dividen Jadi Rp 1,05 Triliun per Tahun Buku 2024

BSI Tingkatkan Dividen Jadi Rp 1,05 Triliun per Tahun Buku 2024
Foto: Ilustrasi BSI Tingkatkan Dividen Jadi Rp 1,05 Triliun per Tahun Buku 2024.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp 1,05 triliun untuk tahun buku 2024 setelah mencatatkan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang positif. Berdasarkan informasi pada laman resmi perseroan yang dikutip Sabtu (24/1/2026), jumlah pembagian laba tersebut setara dengan Rp 22,78 per lembar saham.

Keputusan pembagian dividen ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI dengan rasio 15 persen dari total laba bersih. Dilansir dari Investortrust, nilai dividen tersebut mengalami kenaikan sebesar 22,86 persen dibandingkan tahun buku 2023 yang tercatat senilai Rp 18,54 per lembar saham.

Pertumbuhan pembagian dividen kepada pemegang saham telah berlangsung secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2022, perseroan memberikan dividen sebesar Rp 426,02 miliar atau Rp 9,24 per saham, yang kemudian meningkat menjadi Rp 855,56 miliar pada 2023.

Kenaikan dividen tahun buku 2024 didukung oleh pencapaian laba bersih perseroan yang menyentuh angka Rp 7,01 triliun dengan total aset mencapai Rp 409 triliun. Selain dialokasikan untuk dividen, BSI menyisihkan 20 persen laba bersih sebagai cadangan wajib dan 65 persen sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan.

Laju positif perusahaan masih berlanjut hingga November 2025 dengan perolehan laba bersih Rp 6,71 triliun, tumbuh 8,20 persen secara tahunan. Sektor pembiayaan menjadi pendorong utama dengan kenaikan 12,62 persen menjadi Rp 308,34 triliun, dibarengi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,24 persen menjadi Rp 367,49 triliun.

Strategi masa depan perseroan akan difokuskan pada penguatan infrastruktur teknologi informasi (IT) guna menjamin stabilitas layanan. Direktur Information & Technology BSI Muharto Hadi Suprapto menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan melalui program kerja RASS.

ÔÇ£Kami ingin memastikan setiap inovasi digital yang dihadirkan tidak hanya aman dan stabil, tapi juga memberikan nilai tambah bagi nasabah,ÔÇØ ujar Muharto Hadi Suprapto, Direktur Information & Technology BSI.

Langkah penguatan IT ini dipandang sebagai instrumen vital dalam menjaga efisiensi operasional seiring dengan peningkatan skala bisnis perseroan di pasar keuangan syariah.

Artikel terkait

Rekomendasi