BSI Targetkan Dua Juta Nasabah Tabungan Emas Lewat Stasiun LRT

BSI Targetkan Dua Juta Nasabah Tabungan Emas Lewat Stasiun LRT
Foto: Ilustrasi BSI Targetkan Dua Juta Nasabah Tabungan Emas Lewat Stasiun LRT.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membidik pertumbuhan jumlah nasabah tabungan emas hingga mencapai dua juta pengguna sepanjang tahun ini, seperti dilansir dari Money pada Jumat (22/5/2026). Guna merealisasikan target tersebut, perseroan memanfaatkan kerja sama hak penamaan (naming rights) pada Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas yang kini resmi berganti nama menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia.

Langkah strategis ini diambil demi mengoptimalkan potensi besar dari tingginya mobilitas masyarakat urban di kawasan transit tersebut. Saat ini, jumlah penabung emas di BSI tercatat telah menembus angka satu juta nasabah dalam satu tahun terakhir.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo meyakini bahwa ekspansi di pusat transportasi publik akan memperluas jangkauan layanan keuangan syariah, khususnya bagi generasi muda dan pekerja produktif.

"Tahun ini kami targetkan menjadi dua juta penabung emas," kata Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.

Pemilihan lokasi di kawasan Dukuh Atas didasarkan pada fungsinya sebagai titik temu berbagai moda transportasi massal di Jakarta.

"Dukuh Atas adalah tempat orang bekerja, berkarya, dan mencari rezeki. Di situlah kami ingin Bank Syariah Indonesia hadir," ujar Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.

Komoditas emas dinilai tetap menjadi pilihan instrumen investasi yang aman dan tangguh dalam menghadapi berbagai situasi krisis ekonomi.

"Kami berharap anak-anak muda mulai menabung emas. Saat Covid-19, saat krisis moneter, emas tetap bertahan," katanya Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.

Untuk mempermudah akses layanan, BSI menyediakan stan khusus di stasiun tersebut, di mana pengguna LRT dapat bertransaksi jual beli emas melalui aplikasi BYOND. Sementara itu, dari sisi integrasi transportasi, stasiun ini memegang peranan krusial sebagai titik akhir bagi dua koridor utama LRT Jabodebek.

Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin menjelaskan bahwa rute yang terhubung mencakup lintas BekasiÔÇôDukuh Atas serta CibuburÔÇôDukuh Atas.

"Stasiun ini bukan hanya stasiun transit, tetapi juga destinasi utama perjalanan LRT Jabodebek," ujar Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin, Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek.

Pihak pengelola juga memastikan aspek promosi berjalan optimal melalui pengumuman perjalanan di belasan stasiun lain, diiringi pembaruan ratusan elemen informasi dan penunjuk arah bagi penumpang. Berdasarkan data per 20 Mei 2026, total pengguna LRT Jabodebek secara keseluruhan telah mencapai angka 12,4 juta pelanggan.

"Stasiun ini bukan hanya stasiun transit, tetapi juga destinasi utama perjalanan LRT Jabodebek," ujar Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin, Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek.

Di sisi lain, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT KAI I Gede Darmayusa menerangkan bahwa komersialisasi hak penamaan stasiun merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggenjot pendapatan non-tiket.

"Kami tidak bisa hanya mengandalkan bisnis penumpang. Banyak aset yang dapat dimaksimalkan," kata I Gede Darmayusa, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT KAI.

Pendapatan sekunder yang diperoleh dari kerja sama komersial ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk mendanai pemeliharaan dan modernisasi seluruh fasilitas transportasi publik.

"Kami ingin stasiun menjadi destinasi. Orang datang bukan hanya untuk naik turun kereta, tetapi juga untuk berkumpul dan beraktivitas," tegasnya I Gede Darmayusa, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT KAI.

Artikel terkait

Rekomendasi