PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI resmi menembus jajaran lima bank terbesar di Indonesia dengan mencatatkan total aset senilai Rp460,1 triliun per Maret 2026. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melonjak hingga 18 persen secara tahunan.
Kenaikan peringkat ini terjadi setelah BSI resmi menyandang status sebagai bank persero pada 23 Januari 2026. Sebagaimana dilansir dari Suara, posisi aset tersebut merupakan dampak langsung dari penguatan basis nasabah yang kini mencapai 23,7 juta jiwa secara keseluruhan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa peningkatan basis pelanggan tersebut telah mendorong perolehan DPK menjadi Rp376,8 triliun pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan dana murah atau CASA menjadi penyumbang utama dengan nilai mencapai Rp236,2 triliun.
"Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,ÔÇÖÔÇÖ ucap Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.
Lembaga perbankan syariah ini mencatat pertumbuhan signifikan pada instrumen Tabungan Haji yang mencapai 7,25 juta nasabah. Dari total kuota keberangkatan haji tahun 2026, sebanyak 83,5 persen merupakan jemaah yang mendaftar melalui sistem perbankan BSI.
"Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain. Pada Triwulan I 2026 BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1 persen (YOY). Kinerja tersebut adalah hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana, penjagaan kualitas pembiayaan serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee," kata Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.
Di sisi lain, operasional bank juga difokuskan pada dukungan terhadap program ekonomi pemerintah melalui alokasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG). Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengonfirmasi keterlibatan bank dalam mendukung pilar Astacita melalui pembiayaan di sektor rill.
"BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah melalui support terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG," ujar Anton Sukarna, Direktur Sales and Distribution BSI.
Selain program gizi, BSI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada lebih dari 80 ribu koperasi dan 17.732 nasabah penerima. Untuk sektor perumahan, penyaluran FLPP pada kuartal I menjangkau 894 nasabah dengan total pembiayaan rumah bersubsidi menembus angka Rp5,7 triliun.